Birokrasi

Politik Rahmatan Lil'alamin

7 Desember 2018   01:20 Diperbarui: 7 Desember 2018   22:05 318 0 0
Politik Rahmatan Lil'alamin
poto ustadz sofyan nur

Kompas.com - Politik tidak hanya boleh menjadi eventlima tahunan, ajang persaingan hingga mengancam kerukunan berbangsa dan bernegara. Politik harus memberi maslahat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Politik tidak hanya semata-mata duniawi tetapi politik harus dibangun atas kesadaran ukhrawi. Politik harus dibangun atas nilai-nilai agama.

Salah satu tugas kerasulan Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlak mulia. Tugas ini bukanlah hal yang mudah, ia butuh dari sekedar ilmu. Dibutuhkan kedewasaan serta kesadaran bahwa adab merupakan singgasana tertinggi diatas ilmu.

Rumusnya sederhana, sebanyak-banyaknya yang kita miliki masih lebih banyak yang tidak kita miliki. Dan, sebanyak-banyaknya kita tahu masih lebih banyak yang kita tak tahu. Dengan menyadari rumusan sederhana itu tentu saja politik yang akan dibangun adalah politik yang pernah diwujudkan oleh Rasulullah SAW yaitu risalah rahmatan lil 'alamin.

Politik rahmatan lil 'alamin tidak akan pernah melahirkan sifat ingin menguasai. Bukan untuk menjadi penguasa, apalagi penguasa yang zalim. Namun untuk menjadi pemimpin. Dan hal itu selalu dimulai dengan menjadi pemimpin diri sendiri. Rasulullah SAW bersabda tidaklah beriman seseorang hingga mencintai orang lain bagai mencintai dirinya sendiri.

Dengan mengedepankan sikap kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Rasulullah SAW, niscaya politik akan menjadi medium berbagi dan menunjukkan rendah hati. Berbagi bukan berarti mengambil untuk diri sendiri, atau untuk golongannya saja. Berbagi bukan pula berarti berbagi jabatan, kekuasaan dan kekayaan dengan kroninya, yang merupakan pangkal hingga ujungnya korupsi.

Berbagi adalah memperjuangkan kesejahteraan bersama hingga tak seorang pun anak bangsa menderita. Berbagi merupakan manifestasi yang paling nyata dari kehadiran Rahman danRahim, Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang. Politik rahmatan lil 'alamin bersifat dan bersikap mengasihi dan menyayangi.

Dengan rendah hati, politik tidak akan menyuguhkan pemandangan betapa tinggi hatinya para politisi. Pamflet dan poster memberikan makna betapa perasaan hebat politisi dengan gambar wajah memenuhi kolom iklan politik. Rendah hati akan mengajarkan politisi selalu merasa membutuhkan orang lain. Perlu bekerja bersama hingga bekerjasama terwujud.

Kepemimpinan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bahkan seluruhnya untuk memastikan tujuan bersama tercapai dengan baik dan benar. Sesungguhnya politik harus menjadi jalan bersama dalam mencapai tujuan tanpa menyakiti sesama anak bangsa. Kehadiran politik rahmatan lil 'alamindalam jiwa para politisi tentu saja akan menjadikan kontestasi kepemimpinan penuh dengan warna dan nilai-nilai keadaban.

Mewujudkan politik rahmatan lil 'alamintidak hanya dibebankan kepada para politisi tetapi juga harus diwujudkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu lebih mengenal dengan dekat sebelum memilih para politisi sebagai wakilnya di parlemen maupun sebagai pemimpin di level tertentu. Hal ini sesuai dengan keinginan para politisi yang ingin dikenal dan dekat dengan masyarakat seluas-luasnya.

Agama Islam mengajarkan untuk saling menghargai perbedaan yang darinya masyarakat dapat belajar untuk saling mengenal dan berdialektika. Tentu saja dengan menanamkan nilai-nilai politikrahmatan lil 'alamin dalam politik sehari-hari, menjadi kunci keberhasilan proses berdemokrasi.

Oleh karena iu, harapan terbesar masyarakat, politisi dan negara, tahun politik ini dapat menjadi tahun yangrahmatan lil 'alamin. Tahun yang penuh nilai rahman dan rahim yang berujung pada sifat dan sikap mengasihi dan menyayangi. Penuh dengan sikap rendah hati, saling mengenal dan menghormati sesama anak bangsa.

syech al-suhendra/dokpri
syech al-suhendra/dokpri
Tahun politik ini harus jauh dari caci maki, saling jegal dan saling memakan sesama anak bangsa. Bukankah kita semua ingin tahun politik ini menjadi berkah dan melahirkan pemimpin yang betul-betul bisa berbagi kesejahteraan. Tahun politik ini harus menjadi tahun yang mendewasakan agar bangsa ini dapat betul-betul menjadi bangsa yang besar.(Aan Chieky)