Mohon tunggu...
Andang Kasriadi
Andang Kasriadi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Konsultan Teknik dan Pengembang Kefir

Pendidikan Terakhir : S1, Teknik Industri ITB. Pendiri Komunitas Kefir Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kefir Kolostrum: Antivirus Ampuh

19 Maret 2020   20:39 Diperbarui: 19 Maret 2020   21:04 939
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Untuk yang telah memiliki anak, tentunya pernah mendengar "kolostrum", yaitu "susu" pertama dari mahluk mamalia ketika melahirkan bayinya.

Dahulu pernah terjadi, para ibu membuang kolostrum setelah melahirkan, karena dianggapnya "susu" yang buruk. Namun sekarng para dokter dan bidan selalu mengingatkan untuk tidak lalai memberikan kolostrum kepada bayinya.

Tidak diragukan bahwa kolostrum memiliki kekuatan yang dahsyat untuk mencegah bayi dari segala gangguan infeksi yang bisa terjadi pada bayinya. Para peternak juga tahu betul bahwa ketika ternaknya melahirkan, kolostrum wajib diberikan kepada bayi ternaknya.

Tidak seperti bayi manusia yang sejak lahir sudah memiliki antibodi/faktor imun, bayi sapi, misalnya, ketika lahir sama sekali tidak memiliki antibodi, sehingga bila tidak diberikan kolostrum, umumnya mati dalam beberapa hari saja. Andaipun bertahan hidup, kesehatannya sangat buruk.
Terlihat, hanya satu dua jam setelah diberi minum sekitar 2 liter kolostrum, seekor bayi sapi sudah bisa berdiri.

Sampai sekarang, para peternak sapi, setelah memberikan 2 liter kolostrum kepada pedetnya, sisa kolostrum umumnya dimasukkan plastik, kemudian direbus. Hasilnya berupa "tahu kolostrum" yang gurih dan lezat, kemudian dibuat penganan dengan dioseng dan diberi bumbu penyedap. Tentu saja, setelah direbus, khasiat kolostrum yang bertumpu pada immunoglobulin yang terkandung di dalamnya menjadi lenyap, dan menjadi makanan berprotein tinggi biasa saja.

Namun sekarang, para penggiat Kefir yang bergabung dalam "Komunitas Kefir Indonesia (KKI)", mampu mengolah kolostrum sisa dari kelebihan yang dikonsumsi pedet, menjadi Kefir Kolostrum yang bisa bertahan lebih lama dan memiliki khasiat yang bahkan lebih dari kolostrum segar. 

Bahkan ada tim dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, yang melakukan penelitian mendalam tentang Kefir Kolostrum ini.

Disimpulkan bahwa Kefir Kolostrum memiliki khasiat seperti kolostrum segar plus mengandung probiotik yang mumpuni, sehingga mampu menanggulangi berbagai penyakit akibat virus maupun bakteri.

Sayangnya, keberadaan Kefir Kolostrum ini belum dikenal oleh kalangan otoritas kesehatan Indonesia, sehingga pemanfaatannya masih sangat terbatas di kalangan para anggota KKI dan para kerabatnya saja.

Untuk infeksi virus yang ringan seperti "flu", dengan minum 150 cc kolostrum dua kali, selang 6 jam, flu sudah sembuh. Kefir kolostrum ini juga ampuh untuk menanggulangi berbagai gangguan imunitas. Satu kasus penyakit otoimun GBS (Gullain Barre Syndrome) yang dengan "standar" pengobatan sekarang memerlukan immunoglobulin manusia secara intra vena selama 5 hari dengan biaya tidak kurang dari Rp 200,- juta, dapat disembuhkan hanya dengan sekitar dua liter Kefir Kolostrum saja, dengan biaya tidak sampai Rp 1,- juta.

Menyimak kasus virus corona/covid-19, sangat mungkin penderita yang terpapar virus ini dapat disembuhkan dengan Kefir Kolostrum dalam waktu yang relatif singkat, dan hasil yang memuaskan. Sayangnya, keberadaan Kefir Kolostrum ini belum menjadi rujukan para ahli Farmasi maupun para dokter untuk dijadikan standar pengobatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun