Lihat ke Halaman Asli

Yose Revela

TERVERIFIKASI

Freelance

Tak Selamanya Populer Itu Indah

Diperbarui: 10 September 2021   11:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

AHHA PS Pati FC (Bolasport.com)

Bicara soal popularitas, ada begitu banyak orang atau institusi yang mendambakan untuk bisa populer. Di era media sosial seperti sekarang, menjadi viral bahkan bisa jadi satu kebanggaan, karena "semua mata tertuju padamu", seperti kata slogan acara kontes kecantikan.

Entah popularitas itu awet atau tidak, selama itu sifatnya baik, tentu akan membanggakan. Masalahnya, jika itu bercampur dengan hal kurang baik, rasanya pasti membingungkan.

Di sepak bola nasional, situasi ini kebetulan sedang dialami AHHA PS Pati FC, klub kontestan Liga 2 Indonesia.

Memang, sejak diakuisisi oleh Atta Halilintar dan Putra Siregar, klub ini banyak mendapat sorotan. Kehadiran duet YouTuber kondang dan pengusaha ini juga mampu menarik minat sponsor maupun eksposur media.

Otomatis, pemain-pemain kelas nasional seperti Zulham Zamrun dan Sutan Zico pun pun bisa diboyong. Tak heran, klub berlogo kuda jingkrak ini menjelma jadi satu klub yang diprediksi bisa bersaing di Liga 2.

Di lapangan, performa tim "Java Army" juga terlihat menjanjikan, dengan antara lain mencatat beberapa kemenangan atas Persija Jakarta, PSS Sleman dan Persiraja Banda Aceh. Ketiganya merupakan kontestan Liga 1.

Masalahnya, tim asuhan Ibnu Grahan ini juga banyak disorot media, karena dua hal yang tidak biasa. Pertama soal kebijakan rekrutmen pemain. Kedua, karena aksi bermasalah di lapangan.

Untuk hal pertama, klub yang bermarkas di kota Pati ini disorot, karena berani mengontrak Nurhidayat dan Yudha Febrian. Keduanya pernah dicoret dari Timnas Indonesia karena masalah indisipliner.

Tapi, manajemen klub meyakini, mereka masih punya kesempatan. Bahkan, mereka berani menyebut jargon "dirangkul bukan dipukul".

Banyak pihak yang mengernyitkan dahi, karena tim ini berani melakukannya. Meski begitu, tim yang semula bernama PSG Pati belakangan kena batunya, setelah ada dua pemain berlabel Timnas Indonesia dicoret karena masalah indisipliner.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline