Lihat ke Halaman Asli

Wiwin Zein

TERVERIFIKASI

Wisdom Lover

Berikut Ini 5 Peribahasa Sunda Berisi "Pepeling" agar Hidup Rukun dan Damai

Diperbarui: 14 Juni 2021   23:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. Pribadi

Dalam bahasa Indonesia, ada sebuah peribahasa yang berisi nasehat atau mengajarkan tentang pentingnya persatuan. Lebih jauh lagi peribahasa tersebut mengajarkan untuk hidup rukun dan damai dengan sesama.

Peribahasa tersebut cukup dikenal tidak hanya di kalangan anak sekolahan, tapi juga di kalangan masyarakat luas. Peribahasa yang dimaksud adalah, "bersatu kita teguh bercerai kita runtuh".

Dalam bahasa Sunda pun demikian. Ada beberapa peribahasa dalam bahasa Sunda yang kurang lebih semakna dengan peribahasa "Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh". Peribahasa dalam bahasa Sunda itu berisi nasehat atau mengajarkan untuk hidup rukun dan damai dengan sesama.

Peribahasa sendiri dalam bahasa Sunda disebut dengan paribasa. Sedangkan nasehat dalam bahasa Sunda disebut dengan pepeling.

Berikut ini 5 contoh paribasa yang berisi pepeling agar hidup rukun dan damai dengan sesama. Tiga dari lima paribasa itu diawali dengan kata "kudu" dan satu dari lima paribasa itu diawali dengan kata "ulah".

Kata "kudu" dalam bahasa Indonesia semakna dengan kata "harus". Sementara kata "ulah" dalam bahasa Indonesia semakna dengan kata "jangan". Berarti kata yang diawali dengan kata "kudu" merupakan kalimat perintah dan kata yang diawali dengan kata "ulah" merupakan kalimat larangan.  

Pertama, "Kudu silih asah, silih asih, jeung silih asuh". Dalam bahasa Indonesia, paribasa tersebut kurang lebih berarti, "Harus saling asah, saling mengasihi, dan saling asuh".

Paribasa tersebut merupakan pepeling agar saling mengasah (saling mengajari), saling mengasihi, dan saling menjaga dengan sesama. Kalau tiga hal tersebut bisa dijalankan dalam kehidupan keseharian dengan baik, maka akan tercipta kehidupan yang rukun dan damai.

Kedua, "Kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun, paantay-antay panangan". Dalam bahasa Indonesia, paribasa tersebut kurang lebih berarti,  "Harus saling berpegangan tangan, saling bergandengan tangan".

Paribasa di atas merupakan pepeling agar saling tolong menolong, saling  bekerja  sama. Selain itu paribasa tersebut juga merupakan pepeling agar seia-sekata dan menjaga kesatuan dan persatuan.   

Ketiga, "Kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balarea". Dalam bahasa Indonesia, paribasa tersebut kurang lebih berarti, "Harus mengacu kepada hukum, menjunjung negara, sepakat untuk semua".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline