Lihat ke Halaman Asli

Tarisa Az Zahra

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia 2022

Membangun Masa Depan Keadilan: Teknik dan Sistem Apa yang Harus Direalisasikan Mahasiswa?

Diperbarui: 17 Juli 2023   19:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://www.canva.com/

TEKNIK DAN SISTEM PERSIDANGAN YANG HARUS DIREALISASIKAN MAHASISWA

Persidangan memiliki banyak makna tergantung disandingkan dengan kasus apa dan dimana dilaksanakannya. Persidangan ini juga terjadi di lingkungan kampus dan kata persidangan memiliki banyak makna penting bagi mahasiswa. Persidangan memberikan mahasiswa kesempatan untuk mempelajari dan memahami proses hukum secara praktis. Mereka dapat melihat bagaimana hukum diterapkan dalam konteks nyata dan memahami peran dan prosedur yang terlibat dalam persidangan. Ini membantu mereka memperdalam pemahaman mereka tentang sistem peradilan dan mempersiapkan mereka untuk karir hukum atau studi lanjut di bidang tersebut.

Melalui persidangan, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam isu-isu hukum yang berkaitan dengan keadilan dan hak asasi manusia. Mereka dapat melihat bagaimana proses persidangan mempengaruhi individu dan masyarakat secara luas. Persidangan menjadi jendela yang membuka wawasan mereka tentang permasalahan sosial, diskriminasi, dan ketidakadilan yang ada di dalam sistem peradilan.

Persidangan juga membantu mahasiswa mengembangkan berbagai keterampilan penting, seperti keterampilan berbicara di depan umum, kemampuan menganalisis bukti dan argumen, kemampuan mendengarkan dengan empati, dan kemampuan bekerja dalam tim. Keterampilan ini berguna dalam berbagai bidang karier dan kehidupan sehari-hari, termasuk negosiasi, advokasi, dan kepemimpinan.

Persidangan memberikan mahasiswa kesempatan untuk berkontribusi pada isu-isu hukum yang mereka anggap penting. Mereka dapat terlibat dalam kasus-kasus yang menimbulkan perdebatan sosial atau perubahan hukum. Persidangan juga memberikan platform bagi mahasiswa untuk menyuarakan pendapat mereka, mendorong reformasi hukum, dan memperjuangkan keadilan.

Melalui persidangan, mahasiswa menjadi lebih sadar akan kekuatan, keterbatasan, dan tantangan yang dihadapi dalam sistem peradilan. Mereka dapat mengamati bagaimana faktor sosial, politik, dan ekonomi mempengaruhi keputusan hukum. Kesadaran ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terlibat dalam reformasi sistem peradilan dan mendorong perubahan yang lebih adil. Dengan demikian, persidangan memiliki makna penting bagi mahasiswa dalam membentuk pemahaman hukum, kesadaran sosial, pengembangan keterampilan, kesempatan kontribusi, dan pemahaman yang lebih luas tentang sistem peradilan.

Penting bagi mahasiswa untuk merealisasikan teknik dan sistem persidangan yang lebih progresif dan inklusif. Sudah saatnya mempertimbangkan penghapusan hakim sebagai otoritas tunggal dalam persidangan dan menggantinya dengan panel yang terdiri dari masyarakat yang beragam dan memiliki berbagai perspektif. Dengan demikian, keputusan akan menjadi hasil dialog dan kolaborasi, yang mewakili aspirasi dan kepentingan yang lebih luas dalam sistem peradilan.

Teknik dan sistem persidangan yang direalisasikan oleh mahasiswa tidak hanya penting, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Persidangan memiliki peran krusial sebagai bentuk evaluasi yang objektif dan transparan, yang secara efektif menguji pemahaman dan kemampuan mahasiswa dalam berbagai bidang studi.

Dalam persidangan, mahasiswa diuji dalam kemampuan mereka untuk menyajikan argumen, menganalisis informasi, dan merumuskan pemikiran yang rasional. Mereka harus mampu mengkomunikasikan ide-ide mereka dengan jelas, memberikan justifikasi yang kuat, dan mempertahankan pandangan mereka secara logis. Dengan demikian, persidangan menciptakan lingkungan yang memacu mahasiswa untuk mengasah keterampilan berbicara di depan umum, berpikir kritis, serta meningkatkan pemahaman mendalam tentang materi yang dipelajari.

Selain itu, persidangan juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan kolaboratif dan kerja tim. Dalam persidangan, mereka sering bekerja dalam kelompok atau tim untuk mempersiapkan presentasi dan menjawab pertanyaan dari panel atau audiens. Hal ini memperkuat kemampuan mereka dalam berkoordinasi, berbagi tugas, serta berinteraksi secara efektif dengan orang lain. Kolaborasi yang solid dalam persidangan membangun sikap saling mendukung dan menghargai pendapat, yang penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan kreatif.

Lebih jauh lagi, persidangan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk menerima umpan balik langsung dari panel dan audiens. Ini memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat kekuatan dalam pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki. Persidangan memungkinkan mahasiswa untuk belajar dari pengalaman langsung, mengasah keahlian presentasi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di hadapan publik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline