Lihat ke Halaman Asli

Thoriq Ahmad Taqiyuddin

Audaces Fortuna Iuvat

Value Investing: Filosofi Warren Buffet Sukses di Pasar Saham

Diperbarui: 30 Oktober 2023   23:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

lustrasi tentang membandingkan Harga saham dengan nilai intrinsiknya, yang disebut Value Ivesting (image source: fool.com )

Value investing adalah salah satu pendekatan yang paling dikenal dan digunakan dalam berinvestasi di pasar saham. Pendekatan ini pertama kali di popularisasikan oleh Benjamin Graham dan David Dodd dalam buku mereka yang terkenal "Security Analysis" pada tahun 1934. Kemudian, murid terkenal Graham, Warren Buffett, mengembangkan dan menerapkan filosofi value investing ini secara sukses dalam investasinya.

Value investing adalah suatu strategi yang melibatkan pembelian saham yang diperdagangkan dengan harga di bawah nilai intrinsiknya. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan konsep dasar value investing, mengapa strategi ini efektif, bagaimana menerapkannya, dan beberapa contoh kesuksesan yang telah dicapai oleh investor terkenal.

Value investing didasarkan pada gagasan bahwa saham di pasar saham seringkali diperdagangkan dengan harga yang tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari perusahaan yang mendasarinya. Harga saham bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor emosional, berita pasar, dan spekulasi. Value investors percaya bahwa dengan menganalisis fundamental perusahaan, mereka dapat mengidentifikasi saham yang diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya.

Dalam analisis fundamental, investor value akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pendapatan, laba, arus kas, neraca perusahaan, serta faktor-faktor ekonomi dan industri yang mempengaruhi perusahaan. Mereka juga akan mempertimbangkan aspek manajemen perusahaan, model bisnis, dan prospek pertumbuhan.

Mengapa Value Investing Efektif? Value investing efektif karena mengambil pendekatan yang lebih konservatif dan fundamental dalam berinvestasi. Strategi ini berfokus pada investasi jangka panjang dan menghindari spekulasi. Ada beberapa alasan mengapa value investing telah terbukti efektif selama bertahun-tahun, diantaranya adlaah perlindungan terhadap Volatilitas Pasar, Pendapatan dari dividen, Menghindari sikap spekulasi, dan Fokus pada analisa Fundamental.

Dengan membeli saham di bawah nilai intrinsiknya, investor value memiliki perlindungan terhadap fluktuasi pasar yang ekstrem. Ketika harga saham turun, investor value seringkali lebih baik dalam mengatasi kerugian karena mereka yakin bahwa harga saham akan kembali mencerminkan nilai sebenarnya.

Value investing menghindari berinvestasi berdasarkan spekulasi atau tren pasar sementara. Ini membantu mengurangi risiko investasi. Banyak perusahaan yang dianggap sebagai investasi value memiliki sejarah pembayaran dividen yang kuat. Pendapatan dividen dapat memberikan aliran pendapatan pasif yang stabil kepada investor.

Analisis fundamental yang mendalam memungkinkan investor value untuk memahami bisnis perusahaan secara menyeluruh. Mereka akan membeli saham hanya jika mereka yakin bahwa perusahaan memiliki nilai intrinsik yang kuat.

Menerapkan strategi value investing memerlukan pendekatan yang disiplin dan metode analisis yang kuat. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam menerapkan value investing, diantaranya adalah analisa Fundamental, Perbandingan dnegan nilai industri sejenis, Memanfaatkan Margin of Safety, Melakukan evaluasi Manajemen, dan Memahami Resiko

Menggunakan analisa Fundamental.  Investor value harus melakukan analisis yang mendalam terhadap perusahaan yang akan mereka investasikan. Ini melibatkan penilaian pendapatan, laba, arus kas, neraca, dan faktor-faktor fundamental lainnya. Penting untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing dalam industri yang sama. Ini akan membantu mengidentifikasi apakah perusahaan diperdagangkan dengan harga yang wajar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline