Lihat ke Halaman Asli

Aktualisasi Diri Pemuda sebagai Mahasiswa "Agent of Change" dalam Perspektif Tindakan Sosial Max Weber

Diperbarui: 6 Desember 2021   20:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Mahasiswa yang berada pada tahap dewasa awal, dapat dikategorikan sebagai pemuda, yang memiliki kemampuan dan kelebihan intelektual dibandingkan pemuda lainnya. Mahasiswa tidak hanya memiliki peran sebagai seorang pelajar yang menuntut ilmu di bangku perkuliahan. 

Tetapi mahasiswa merupakan calon sarjana dalam perguruan tinggi yang akan menjadi generasi intelektual pemimpin bangsa di masa mendatang. Tak heran jika di dalam kehidupan masyarakat, predikat agent of change selalu dilekatkan dengan eksistensi mahasiswa.

Mahasiswa sebagai agen of change atau agen perubahan memiliki peran sebagai perintis, penggerak dan penggagas dalam melakukan sebuah perubahan kearah yang lebih baik. Dimana dalam kondisi bangsa saat ini, membutuhkan peran pemuda dalam memperjuangkan hak-hak, menegakkan ketidakadilan dan memberdayakan masyarakat. 

Maka dari itu, sebagai pemuda, mahasiswa hendaknya memiliki kepekaan sosial dan sikap kritis terhadap kehidupan sosial, yang tidak hanya menggagas diksi-diksi perubahan dan menggerakkan elemen-elemen yang ada di masyarakat, tetapi menjadi pelaku atau objek dari perubahan tersebut.

Sebagai agen perubahan, kesadaran akan tanggung jawab peran tersebut mungkin hanya dirasakan oleh sebagian mahasiswa yang memiliki tingkat kepekaan sosial yang tinggi. Mahasiswa yang sadar akan urgensi dalam melakukan gerakan-gerakan perubahan di masyarakat, tidak hanya menjalankan aktivitas belajar atau menuntut ilmu nya dalam artian formal. 

Tetapi mahasiswa yang memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sebagai agen perubahan memiliki kemauan untuk mengaktualisasikan dirinya sehingga dapat menjadi agent of change yang sesungguhnya.

Aktualisasi diri itu sendiri menurut Maslow diartikan sebagai keinginan individu untuk dapat menjadi dirinya dengan sepenuhnya dan mewujudkan potensi-potensi yang dimiliki. 

Dengan aktualisasi diri, seseorang akan terus-menerus berusaha merealisasikan semua potensi yang dimiliki dirinya sendiri dalam setiap kesempatan yang ada dalam rangka memenuhi keinginan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut Maslow tujuan mencapai aktualisasi diri itu bersifat alami, yang dibawa sejak lahir. 

Karena secara genetik, manusia memiliki potensi dasar yang positif dan memiliki kapasistas dalam potensi-potensi yang akan terus berkembang secara alamiah dalam dirinya. Kebutuhan-kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang akan mendasari kebutuhan untuk berkompetensi, berprestasi dan menjadi independen.

Melalui aktualisasi diri, mahasiswa dapat menjadi pelaku atau objek dari perubahan yang dimaksudkan dalam agent of change. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa yang bercirikan aktualisasi diri dalam pengembangannya menjadi agen perubahan di masyarakat, diantaranya sebagai berikut:

  • Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan organisasi sosial. Manfaat dari keikutsertaan kegiatan-kegiatan organisasi sosial tersebut seperti mengembangkan kreatifitas, soft skill, menambah relasi atau jaringan pertemanan dan memahami kondisi masyarakat secara langsung.
  • Kegiatan organisasi yang dapat dijadikan saran untuk memahami kondisi masyarakat/lingkungan sosial secara langsung merupakan hal yang esensial bagi mahasiswa sebagai agen perubahan. Karena dengan memahami keadaan-keadaan sosial secara langsung, dapat memberikan pandangan-pandangan tertentu akan realitas yang ada dan menumbuhkan gerakkan-gerakkan perubahan sosial.Yang mana hal tersebut mungkin tidak terlalu tergambar secara langsung dalam buku-buku ataupun narasi-narasi pendidik di dalam kelas.
  • Lalu pengembangan soft skill seperti kemampuan dalam berkomunikasi juga dapat diasah dalam keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi. Dengan terbiasa berinteraksi dan berbaur dalam kelompok-kelompok organisasi dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang eksternal organisasi akan melatih kemampuan mahasiswa untuk berbicara dengan baik di ruang publik.
  • Selanjutnya dengan mengikuti organisasi, maka akan menambah relasi pertemanan. Yang mungkin sebelumnya hanya memiliki kelompok pertemanan atas dasar kesamaan program studi atau fakultas, namun dapat lebih luas lagi. Membuat terciptanya peluang-peluang baik dalam berbagai hal di masa yang akan mendatang.
  • Mengikuti diskusi-diskusi publik. Ciri daripada seorang mahasiswa adalah memiliki daya berfikir yang kritis. Berfikir kritis bukan dalam artian yang liberal atau liar, tetapi berfikir secara logis dengan menggunakan pisau analisis ilmu pengetahuan yang ilmiah. Dengan diskusi, mahasiswa dapat bertukar pandangan ataupun wawasan terkait dengan masalah-masalah sosial yang ada dalam lingkungan sekitar. Melatih mahasiswa sebagai agen perubahan untuk dapat melihat dan menganalisis masalah-masalah sosial tertentu dalam kacamata ilmu pengetahuan yang ilmiah.
  • Ikut serta dalam gerakan sosial. Melalui gerakan sosial, mahasiswa dapat melakukan gerakan aksi bersama elemen-elemen masyarakat lainnya dalam menyuarakan keadilan terhadap pemerintah dengan narasi-narasi perubahan yang kritis tanpa adanya anarkis. Aksi turun langsung ke jalan akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa sebagai agen perubahan berani untuk menyuarakan suara rakyat yang belum terdengar dan menyatukan pandangan dengan elemen-elemen di masyarakat terhadap masalah-masalah yang harus diperjuangkan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan mahasiswa tersebut menggambarkan bentuk pengaktualisasian diri mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan di masyarakat. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline