Lihat ke Halaman Asli

Said Kelana Asnawi

Dosen pada Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

BPJS Harapanku

Diperbarui: 12 April 2019   14:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

menghadiri pemakaman 

America's state pensions should act now to stem the crisis, and improving investment performance is the right place to start.

Demikian kalimat pamungkas yang ditulis Sacha Ghai (2015), konsultan pada McKinsey Toronto, berkenaan dengan America's public pensions yang dianggap mengalami masalah. Antara tahun 2006 hingga 2015, average funded ratio untuk berbagai jenis pensiun publik di AS telah turun dari 83% menjadi 72%; di mana hampir 30% pensiun tidak dapat dibayar.

Tiga penyebab yang dinyatakan oleh Sacha Ghai yakni: pertama, angka harapan hidup meningkat, dan umur pensiun bertambah rerata dua tahun. Ini yang menyebabkan terjadiya defisit berkisar US$ 300 miliar. Kedua, semakin sedikit angkatan kerja yang mendukung. Ketiga pasar investasi bagi dana pensiun telah berubah. Kebanyakan dana pensiun menanamkan uangnya pada fixed income di mana kisaran hasil sebelumnya ada pada level 7%-an, sekarang hanya berkisar 3%-an.

Namun, saat ini alokasi pada fixed income juga telah menyusut dari komposisi 75% menjadi 27% saja;dimana peralihan dana pada komposisi saham mengalami peningkatan dari 11% menjadi 23% (2012). Terhadap fenomena di atas, Sacha Ghai memberikan tiga saran sebagai berikut: (1) meningkatkan iuran; (2) mengurangi benefit yangditerima saat pensiun; (3) agar perusahaanpengelola dana pensiun mengoptimalkan fund manager baik menambah jumlah orang yangmemahami maupun meningkatkan imbalan yang diterima, agar dapat menarik 'talented investment professionals' mau bekerja pada lembaga dana pensiun. Dianjurkan pula bahwa dewan direksi sebaiknya berlatar belakang investasi.

Menurut Sacha Ghai, dana pensiun di Kanada lebih baik dibandingkan Amerika Serikat. Salah satu sebabnya adalah anggota dewan direksi di Kanada berlatar belakang investasi berkisar 24%, sementara di AS hanya 12% saja.

Direksi dengan latar belakang investasi akan mengambil langkah yang perlu untuk menyiapkan dana pensiun, sedangkan lainnya lamban dalam mengambil keputusan.

Memutar Investasi

Di Indonesia, ada dua Badan Penyelenggaara Jaminan Sosial (BPJS), yakni BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan laporan keuangan (2013), aktiva BPJS Ketenagakerjaan berkisar Rp153 triliun, aktiva Investasi berkisar Rp 149,2 triliun, pendapatan iuran Rp 26,92 triliun; serta laba diperoleh Rp 2,28 triliun.

Pertumbuhan dalam lim tahun terakhir (2009-2013) tercatat: iuran 26,99%; aktiva 16,23%; aktiva investasi 16,61%; dan laba 13,44%. Dari data tersebut, dengan jumlah kepesertaan berkisar 12,3 juta jiwa, maka aktiva/peserta berkisar Rp 12,4 juta/jiwa. Pembaca tulisan ini dapat menyimpulkan apakah nilai Rp 12 jutaan tersebut memadai untuk pensiun.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline