Lihat ke Halaman Asli

Ragile (Agil)

seorang ayah yang kutu buku dan pecinta damai antar ras, agama, dan keyakinan

Benci Perempuan, John Sweeney Bantai Perempuan Sebagai Karya Seni

Diperbarui: 26 Juni 2015   07:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

1301930373604736652

[caption id="attachment_98805" align="aligncenter" width="658" caption="A drawing by John Sweeney: the art of killing Melissa Halstead(doc#1)"][/caption]

The Axeman Canal Murder John Sweeney. Pria London ini sungguh menikmati pembunuhan sebagai karya seni. Ekspresi kebenciannya kepada kaum perempuan. Perhatikan seni lukis karya si pembunuh John Sweeney di atas yang diakuinya sebagai potret pembunuhan Melissa Halstead. Tak cuma itu. Beberapa kekasihnya dibunuh, dimutilasi, dimasukkan dalam karung, ditenggelamkan dalam kanal, lalu mengabadikannya dalam puisi dan lukisan. Korbannya berserakan dari Inggris, Belanda, dan Jerman. Bukti pembunuhan dalam karya seninyapun dilarang dipublikasikan olehnya dengan dalih hak cipta John Sweeney. Pengadilan menjatuhi hukuman seumur hidup sejak Maret 2002 dan dilanjutkan kemarin Senin 04 April 2011 untuk bukti-butkti baru. Sementara itu polisi masih memburu korban pembantaian John Sweeney  sepanjang Eropa yang belum teridentifikasi.

Menikmati pembunuhan sebagai karya seni bukan lagi monopolo fiksi Hollywood tapi nyata.

John Sweeney, usia 54,  adalah seorang tukang kayu kelahiran Liverpool yang  telah dinyatakan bersalah membunuh dua mantan pacar dan menenggelamkan  mereka, setelah tubuhnya dipotong-potong secara bengis,  ke dalam kanal di kota Rotterdam Belanda dan kota London Inggris. Tahun 1991 dia melakukan pembunuhan pacarnya yang bernama Melissa Halstead (33 tahun, tinggal di Amsterdam) dan Paula Fields (31 tahun, tinggal di London Utara). 2011 ditangkap, Maret 2002 dia  menjalani hukuman seumur hidup atas percobaan pembunuhan kepada  pacar ketiga yaitu Delia Balmer  pada tahun 1994. Dua korban sebelumnya dipenggal kepalanya dengan kapak.

[caption id="attachment_98811" align="aligncenter" width="233" caption="John Sweeney, Axeman, The Canal Murder (do#2)"]

1301934365233110122

[/caption]

John Sweney lahir 1956 di Liverpool, belakangan tinggal di London tepatnya di Camden dan Hackney, bekerja sebagai tukan kayu di daratan Eropa dari Inggris hingga Jerman. Diyakini aparat Inggris sebagai pembunuh berdarah dingin yang misterius, menikmati pembunuhan dan mutilasi sebagai karya seni, penuh kebencian kepada perempuan, penganut aliran setan dalam karya seninya.

Sweeney diketahui pernah mengatakan  kepada seorang mantan pacar dan seorang teman laki-laki bahwa dia membunuh dua pria Jerman, namun belum ditemukan korban yang dimaksud. Polisi meyakini banyak korban lain terutama 3 wanita yang menghilang sejak dekat dengan sang pembunuh berdarah dingin. Sweeney sendiri meyakini sebelumnya bahwa perbuatannya tidak akan pernah terungkap karena telah melakukan serangkaian upaya melenyapkan jejak dengan cara memotong tubuh korban 13 bagian dan membuangnya ke tempat terpisah di daratan Eropa. Tempat pembuaangan biasanya di dalam kanal/terusan.

[caption id="attachment_98812" align="aligncenter" width="300" caption="Melissa Halstead (doc#3)"][/caption]

Tak kurang dari 200 karya seni dan puisi  menyeramkan yang terkait "seni pembunuhan" ala John Sweeney

Jaksa Penuntut yaitu Brian Altman QC mengatakan kepada juri bahwa Polisi menemukan di antara harta milik Sweeney adalah: sketsa mengerikan, lukisan setan ,  lembaran  ayat-ayat  kebencian terhadap perempuan, disertai nuansa nikmat memotong-motong tubuh korban, membuangnya dengan cara hina, melakukan pemisahan potongan-potongan tubuh secara terpisah jauh agar tidak dapat diidentifikasi. Apa yang dilakukan oleh Sweeney adalah ekspresi kebenciannya kepada perempuan. Dalam sidang pengadilan pun tidak ada ekspresi penyesalan pada wajah Sweeney.

[caption id="attachment_98813" align="alignleft" width="300" caption="Canal Murder: where victims dumped by John Sweeney (doc#4)"][/caption]

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline