Lihat ke Halaman Asli

Tragis, Siswi Bunuh Diri Diduga Akibat PJJ

Diperbarui: 25 Oktober 2020   09:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi belajar online (Sumber:Freepik)

Seorang  Siswi SMA  dari kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi selatan meninggal dunia setelah bunuh diri diduga karena depresi dengan banyaknya tugas sekolah yang dilakukan secara daring (Kompas.Com,19/10/2020). 

Kejadian yang tidak kalah tragisnya, seorang siswa meninggal setelah dianiaya orangtuanya karena masalah pembelajaran di rumah, beredar juga di WhatApps seorang ibu memarahi anaknya ketika sedang membantu anaknya belajar.

Hari ini Jumat, 23 Oktober 2020 Kompas cetak juga mengangkat tajuk rencana dengan judul “Beban Psikologis PJJ”. Jika Kompas mengangkat suatu isu menjadi tajuk rencana menunjukkan ada sesuatu yang perlu dipertanyakan dalam masalah tersebut. 

Meskipun PJJ bukan merupakan penyebab utama dimungkinkan ada faktor-faktor lain terjadinya peristiwa tersebut. Semua masyarakat paham bahwa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar 8 bulan menyebabkan beban psikologis bagi siswa, guru, kepala sekolah dan orangtua.

Namun demikian peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi penyelengaara pendidikan. Setidaknya ada sesuatu yang perlu disempurnakan dalam penyelengaraan PJJ jika kita tidak ingin peristiwa tersebut terulang kembali.

Sebenarnya guru sudah mulai belajar dan mampu beradaptasi dengan pengunaan berbagai platform bembelajaran dalam jaringan (daring) meski masih banyak kekurangannya dibandingkan pembelajaran tatap muka. 

Hal ini sesuai dengan survei Pusat Penelitian Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 8- 15 Agustus 2020 (Kompas, 23/10/2020). Perlu diingat pembelajaran tidak hanya dipandang dari sisi guru dan siswa proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai aspek.  

Apalagi pembelajaran daring  bisa jadi memunculkan   masalah-masalah baru karena pembelajaran daring merupakan kultur baru bagi penyelenggara pendidikan.

Efek dari pembelajaran daring memang belum sempat dipikirkan apalagi diantisipasi akibatnya kita merasa terkejut ada persitiwa yang diduga akibat pembelajaran daring tersebut. 

Pemerintah nampaknya lebih menekankan pokoknya pembelajaran berjalan apapun alasannya, mungkin belum sempat terpikirkan dampak dari pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19. 

Sudah cukup banyak pedoman maupun panduan yang telah dikeluaran oleh Kemendikbud seperti Kurikulum masa darurat,  Panduan penerapan model pembelajaran inovatif dalam BDR yang memanfaatkan rumah belajar, panduan belajar dari rumah dengan memanfaatkan rumah belajar dan masih banyak panduan yang berkaitan dengan pembelajaran. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline