Lihat ke Halaman Asli

Nugroho Endepe

Edukasi literasi tanpa henti. Semoga Allah meridhoi. Bacalah. Tulislah.

Gus Baha atau UAS di Ramadan 1442 H-2021 M

Diperbarui: 14 Februari 2021   13:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Peta sepintas dakwah Ramadhan tahun lalu. (Foto: dokpri dari Alvara) 

Tidak disangka, Ramadhan akan segera tiba. Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa awal Ramadhan telah ditetapkan  1 Ramadhan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa Wage, 13 April 2021. Demikian tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 seperti dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah, dan telah disebarluaskan di banyak media cetak, media online, maupun media sosial lainnya. 

Dalam maklumat tersebut juga diumumkan mengenai 1 Syawal dan 1 Zulhijah 1442 H yang ditetapkan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dengan penghitungan matematika fiqh bulan yang telah terbukti valid secara keilmuan dan metodologi perbintangan. 

Apakah Ramadhan tahun ini sama dengan tahun-tahun yang lalu? Pertama, bersyukurlah jika kita bisa bertemu Ramadan lagi. Banyak tokoh banyak orang, selalu mengatakan bahwa belum tentu kita mampu bertemu Ramadhan setiap tahunnya. Dan itu terbukti. Sebagian dari kita, berpulang sangat cepat. 

Bagaikan hembusan sepoi. Melintas sunyi, lantas pergi. Beliau beliau telah meninggalkan kita. Meninggalkan dunia yang fana ini. Apakah kita masih mampu berjumpa Ramadhan lagi? Kini kita menghitung hari. Jika itu yang dimaksudkan adalah Ramadhan tahun ini. Semoga kita beruntung bisa bertemu Ramadhan.

Banjir Iklan Ramadhan 

Ada kemungkinan, di sisi lain dari Ramadhan tahun ini adalah banjir iklan di sela ceramah. Sebab, tahun 2020 yang lalu saja, lebih dari 70% warga muslim menyimak rutin ceramah Ramadhan. Baik di pagi subuh, apalagi menjelang magrib sambil menunggu adzan untuk secepat kilat berbuka puasa. 

Jika di tahun 2020 angka menyentuh 79,8%, hampir 80%, maka di tahun pandemi 2021 ini, bisa jadi melebihi 90% atau bahkan 100%. Memang mau kemana lagi ya... selain duduk manis di depan tivi, atau radio, atau youtube, menunggu magrib tiba. Gowesan masih lemes, mengobrol mulut tidak enak, bepergian berkerumun ngabuburit pastinya juga dilarang, maka tidak ada pilihan: mengaji di depan tipi. 

Tahun 2020, berdasarkan survey sebuah lembaga, ustadz yang beken antara lain: 

(1) Ustadz Abdus Somad. UAS, Mewakili umat modern, progresif, ahlus sunnah wal jamaah yang cenderung mengumpul di perkotaan. 

(2) Gus Baha. Mewakili umat Nahdliyin tradisional, tokoh muda NU, namun juga menyisir masuk ke dalam banyak majelis perkotaan, mahasiswa dan mahasantri modern dengan kajian kocak, ilmu mendalam, dan dipenuhi ilustrasi kitab akhluss sunnah waljamaah klasik terdahulu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline