Lihat ke Halaman Asli

Nana Marcecilia

TERVERIFIKASI

Menikmati berjalannya waktu

Ketika Kabar Menjadi Suatu Pengikat Hati

Diperbarui: 17 Mei 2022   13:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto : Pexels.com/Andrea Piacquadio

Saling memberi kabar tanpa disadari menjadi kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, entah pada pasangan, keluarga, teman ataupun tetangga, atau minimal ada lah kita mengetahui kabar orang disekitar kita melalui update-an sosial media, atau mungkin dari bisik-bisik tetangga.

Tanpa kabar, pasangan bisa saja ngajak ribut, merasa tidak diperhatikan ataupun disayang. Tanpa kabar, orang tua ataupun saudara bisa jadi khawatir pada kita. Tanpa kabar, teman bisa mencak-mencak karena tidak tahu apakah kita sudah otw tempat yang sudah dijanjikan, atau masih diatas tempat tidur.

Tanpa kabar, tetangga bisa jadi salah paham... "wah, dia gak pulang-pulang, jangan-jangan kabur kali karena banyak  utang". Ups... gak boleh suudzon.

Dengan adanya kabar, hubungan antar sesama manusia akan lebih harmonis, karena kabar merupakan salah satu bentuk komunikasi yang dibutuhkan manusia sebagai makhluk sosial.

Hal ini seturut dengan salah satu fungsi komunikasi yang dikemukakan oleh  Rudolph F. Verdeber,yakni untuk menunjukkan suatu ikatan dengan orang lain, membangun, serta memelihara hubungan.

Bisa kita bayangkan kalau kita hidup tanpa kabar berita dari orang terdekat dan sekitar kita, bukankah akan terasa hambar?

Begitupula dalam berpasangan, ternyata saling memberi kabar itu sangat baik dalam hubungan. Menurut psikolog, Samanta Elsener, MPSi, hubungan yang sehat bisa terbangun, karena dengan adanya kabar, akan tercipta rasa aman dan ketenangan dalam hati pasangan.

Jadi, kalau sampai pasangan mengabaikan kabar... hmm... siap-siap kehilangan nih, karena bisa jadi si pasangan akan merasa tidak aman dan tenang. Simpul ikatan pun tidak lagi sekencang saat sang pasangan sering memberi kabar.

Kabar sendiri sebenarnya tidak hanya dibutuhkan oleh per individu saja, kita juga butuh kabar saat berkomunitas, berorganisasi maupun berwarganegara. 

Dengan adanya kabar, kita akan merasa menjadi bagian dari komunitas, organisasi maupun negara tersebut. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline