Lihat ke Halaman Asli

Naila AdienKumala

Mahasiswa Universitas Jember

Mahasiswa UNEJ Lakukan Pemberdayaan UMKM di Masa Pandemi dengan Media Sosial

Diperbarui: 17 September 2021   22:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Banyuwangi -- Menanggapi wabah covid-19 Universitas Jember memberikan alternatif program pengabdian Kuliah Kerja Nyata menjadi KKN Back To Village atau KKN Pulang Kampung. 

Program KKN sendiri resmi diterjunkan pada Kamis, 12 Agustus 2021. Namun KKN sudah mulai dilaksanakan satu hari sebelumnya yaitu tertanggal Rabu, 11 Agustus 2021. KKN BTV III yang telah diresmikan akan dilaksanakan selama 30 hari yaitu dimulai dari tanggal 11 Agustus 2021 hingga 09 September 2021 yang dijadwalkan akan menjadi hari upacara penarikan mahasiswa KKN BTV III Universitas Jember.

Bertempat di Desa Karangsari Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi, saya melakukan observasi serta analisis pada UMKM terutama pada mastarakat RW.02/RT.01 Dusun Karanganyar Desa Karangsari. Hal ini dikarenakan pada program pengabdian kali ini saya akan berfokus pada pemberdayaan wirausaha masyarakat terdampak covid-19.

Desa Karangsari merupakan suatu desa di Kabupaten Banyuwangi yang berbatasan langsung dengan 7 desa lainnya di Kecamatan Sempu, Srono, dan juga Genteng. 

Desa Karangsari merupakan desa dengan kondisi tanah yang subur dengan beberapa sumber mata air, sungai, dan saluran irigasi sehingga sebagian besar tanah di Desa Karangsari dijadikan lahan pertanian seperti sawah dan kebun. 

Selain pertanian dan perkebunan terdapat sector-sektor lain yang cukup berpotensi untuk pengembangan desa seperti peternakan, gula merah, tahu, dan sektor-sektor lainnya.

Dusun Karanganyar sendiri merupakan salah satu dusun dari 8 dusun yang ada di Desa Karangsari. Dusun Karanganyar memiliki banyak industri-industri kecil rumahan seperti industri tahu, keripik, camilan, dan lain sebagainya. 

Namun karena dampak pandemi covid-19 serta kurangnya kesadaran masyarakat akan era digitalisasi menjadikan produksi industri-industri kecil ini berkurang dan melemahkan perekonomian masyarakat desa. Menanggapi hal tersebut, saya bertemu dan berdiskusi dengan mitra yang merupakan penjual keripik dan camilan untuk menyusun produk baru dengan memanfaatkan potensi dan industri kecil disekitar lingkungan yaitu industri tahu. 

"Lebih bagus kalo kita juga punya produk yang beda mba, nanti kan juga bisa jadi produk andalan kita," ujar Kholida salah satu penjual kripik dan camilan (11/08/2021) pada diskusi yang dilakukan sebelumnya. Produk yang akan dibuat merupakan inovasi dari produk olahan tahu yang sebelumnya hanya berupa tahu mentah dan tahu goreng saja.

Program ini akan dijalankan bersamaan dengan pengarahan dalam menigkatkan kesensitivan serta sikap mawas terhadap potensi yang ada disekitar lingkungan. 

Selain itu juga akan dilakukan pendampingan terhadap inovadi produk olahan tahu. Sebagai tindak lanjut program, juga akan diadakan pelatihan terkait brand awarness atau kesadaran merek serta digital marketing atau pemasaran dengan memanfaatkan media digital terhadap pelaku industri kecil rumahan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline