Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Fauzi

Sarjana Pengangguran

Nimbrung Investasi Saham Sekadar FOMO

Diperbarui: 23 Juli 2022   08:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi investasi (Dok. Bank SBS via money.kompas.com)

Melihat orang sekitar sibuk membangun kesuksesan dalam berinvestasi saham, kita terkadang merasa takut untuk ketinggalan. Kok semua orang sudah memulai investasi atau trading saham tapi saya belum, ya? Yang sedang kamu rasakan sekarang adalah fomo. 

Lewat investasi atau trading, kita bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual sebuah saham. Bahkan kita bisa mendapatkan dividen yang dibagikan perusahaan kepada pemegang sahamnya. 

Bedanya, yang disebut investor biasanya lebih mempertimbangkan prospek pertumbuhan aset dan berinvestasi untuk keuntungan jangka panjang. 

Investor sendiri dibedakan menjadi dua kategori. Yang pertama yaitu value investor, ketika saham tersebut sudah over value, maka dia akan menjualnya. Sedangkan yang kedua adalah accumulator, mereka ini tetap mengumpulkan sahamnya meskipun sudah over-value. 

Untuk trader biasanya memperjualbelikan aset dalam jangka pendek, serta menggunakan riwayat aktivitas trading dan perubahan harga sebagai indikator nilai asetnya di masa mendatang. 

Di sisi lain, trader juga memiliki strategi yang berbeda-beda. Ada yang day-trader disebut dengan scalping, ada juga swing-trader. 

Di Indonesia, dulunya profit atau hasil dari investasi dan trading bebas dari pajak, yang berguna untuk menarik para investor lokal agar melek investasi. 

Namun, sayangnya kini investor dan trader dikenai pajak PPh sebesar 0,1% dari nilai transaksi penjualan saham, dan 10% untuk nilai dividen yang diterima.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 2 juta investor saham atau 0,74% dari populasi orang dewasanya. Sebagai perbandingan, persentase di Amerika Serikat mencapai 55% dan 12,3% di RRC. 

Kini trader-trader baru menganggap jatuhnya harga di pasar saham sebagai peluang untuk membeli, sehingga jumlah pembukaan akun pun kian meroket. 

Di tahun 2020 saja misalnya, Bursa Efek memperoleh sekitar 400.000 investor baru untuk sekitar 700 perusahaan yang dinaungi. Semakin banyak investor, berarti semakin banyak dana untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan tersebut. Dan nantinya ekonomi pun ikut bertumbuh. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline