Mohon tunggu...
Alrid Ramadhan
Alrid Ramadhan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi 23107030071 UIN Sunan kalijaga

gabut

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Di Balik FOMO Terdapat JOMO, Apa Itu?

11 Maret 2024   16:10 Diperbarui: 11 Maret 2024   16:12 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sumber gambar: hops.id

Di era digital yang serba terhubung seperti sekarang, kita sering kali mendengar istilah FOMO (Fear Of Missing Out) yang menggambarkan kecemasan dan ketidaknyamanan yang dirasakan ketika kita merasa tidak bisa melewatkan momen atau aktivitas yang sedang tren. Namun, di balik FOMO, terdapat juga konsep yang menarik yang disebut JOMO (Joy Of Missing Out).

JOMO merupakan kebalikan dari FOMO. Kata ini mengajarkan kita untuk menikmati kebahagiaan dalam melewatkan sesuatu. Di tengah kehidupan yang penuh dengan aktivitas dan informasi yang terus bergerak, JOMO menjadi semacam pelarian dari tekanan sosial untuk selalu terlibat dalam segala hal. JOMO mengajarkan kita untuk mengambil waktu untuk diri sendiri, memilih melewatkan beberapa aktivitas yang tidak memberikan kebahagiaan atau manfaat yang signifikan, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup.

Mengenal JOMO sangat penting di era digital ini. Dalam dunia yang terus terhubung dan penuh dengan distraksi, seringkali kita merasa tertekan dan kelelahan karena terus-menerus mencoba untuk mengikuti tren dan tidak melewatkan apa pun. FOMO dapat memengaruhi kesehatan mental kita, menyebabkan stres, kecemasan, dan perasaan tidak puas dengan diri sendiri. 

Dengan memahami dan menerapkan JOMO, kita dapat menciptakan keseimbangan yang sehat dalam hidup kita. JOMO mengajarkan kita untuk menghargai diri sendiri, menghormati batas pribadi, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting bagi kita. 

Dengan mengambil waktu untuk diri sendiri dan memilih melewatkan beberapa aktivitas yang tidak memberikan kebahagiaan atau manfaat yang signifikan, kita dapat mengurangi stres dan kelelahan yang seringkali disebabkan oleh tekanan sosial dan kebutuhan untuk terus aktif di dunia maya.

sumber gambar: superig.com.br
sumber gambar: superig.com.br

Berikut adalah beberapa cara untuk menerapkan JOMO dalam kehidupan sehari-hari:

1. Kenali Prioritas Anda: Tentukan apa yang benar-benar penting bagimu. Identifikasi nilai-nilai, minat, dan tujuan dalam hidupmu. Dengan mengetahui apa yang benar-benar penting bagimu, dapat dengan mudah memilih melewatkan aktivitas yang tidak relevan atau tidak memberikan kebahagiaan atau manfaat yang signifikan.

2. Tetapkan Batas Pribadi: Tentukan batasan waktu dan energimu untuk aktivitas online. Atur jadwal yang seimbang antara waktu yang dihabiskan di dunia maya dan waktu yang dihabiskan untuk diri sendiri, keluarga, dan teman-teman. Jangan takut untuk mengatakan "tidak" pada aktivitas yang tidak sesuai dengan prioritasmu.

3. Ambil Waktu untuk Diri Sendiri: Sediakan waktu untuk melakukan hal-hal yang kamu nikmati dan memberikan kebahagiaan bagi dirimu sendiri. Bisa berupa membaca buku, berjalan-jalan di alam, bermeditasi, atau melakukan hobi yang disukai. Dengan mengambil waktu untuk diri sendiri, kamu dapat merasa lebih bahagia dan terhubung dengan diri sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun