Lihat ke Halaman Asli

Niam Fuady

Pemuda penuh rencana karier

Materi di Perkuliahan Bukan Acuan Utama

Diperbarui: 15 Juli 2019   20:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: hipwee.com

Perkuliahan adalah proses belajar mengajar mahasiswa yang dibimbing oleh pengajar yang mendapatkan tugas untuk membimbing dan mendidik mahasiswanya di perguruan tinggi. Pengajar di perguruan tinggi sering disebut dengan panggilan dosen. Pelaksanaan perkuliahan dapat berlangsung di dalam ruangan maupun di luar ruangan, itu semua bergantung pada bagaimana metode yang digunakan oleh dosen dalam membimbing mahasiswanya. Perkuliahan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembelajaran di bangku sekolah. 

Di perkuliahan maupun pembelajaran di bangku sekolah, terdidik sama-sama mendengarkan, memperhatikan dan memahami apa yang disampaikan oleh pengajar dalam durasi tertentu (biasanya maksimal 2 jam). Hanya saja terdapat satu aspek yang dapat membedakan keduanya, yaitu tingkat materi yang dipelajari. Tentu saja materi yang dipelajari akan lebih rumit di perkuliahan.

Materi yang disampaikan oleh dosen dalam perkuliahan merupakan sebagian kecil dari keseluruhan materi tertentu. Dengan arti, materi di perkuliahan sejatinya hanyalah materi dasar dan masih sangat banyak di luar itu yang perlu diketahui dan dipahami. Penyampaian materi yang hanya bagian dasar dari keseluruhan materi bukan tanpa alasan. 

Penyebab materi tidak disampaikan secara dalam adalah alokasi waktu yang sangatlah singkat (maksimal 2 jam) dengan materi yang sejatinya sangat luas. Tentu waktu 2 jam ini tidak akan mencukupi untuk menyampaikan materi dengan mengupas secara dalam. Maka dari itu penyampaian materi di perkuliahan hanya sebatas bagian dasar dari keseluruhan materi.

Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk aktif dalam mengembangkan pengetahuan di luar perkuliahan. Anjuran itu dimaksudkan agar materi dasar yang didapatkan di perkuliahan dapat berkembang dan meluas cakupannya. 

Mahasiswa akan sukar untuk berkembang dan meluas pengetahuannya jika hanya beracu pada materi yang disampaikan di perkuliahan oleh dosen, karena seperti yang sudah disampaikan sebelumnya itu hanyalah bagian dasar dari keseluruhan yang seharusnya mahasiswa ketahui. Pengembangan pengetahuan ini dapat dilakukan dengan pergi ke perpustakaan, nonton video yang berkaitan dengan pengetahuan yang ingin dikembangkan atau pun juga bisa sharing dengan teman sebaya maupun teman berbeda usia.

Mengembangkan diri dengan membaca buku di perpustakaan sangatlah baik diterapkan oleh mahasiswa. Karena di dalam perpustakaan terdapat begitu banyak literatur terpercaya yang dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pembacanya. Namun, cara ini sangat susah untuk dilakukan oleh mahasiswa jaman sekarang. Hal itu disebabkan oleh jarangnya mahasiswa yang memiliki semangat untuk membaca buku. 

Banyak alasan dari beberapa mahasiswa kenapa malas untuk membaca buku, salah satunya yaitu membaca buku dinilai membosankan dan menjenuhkan. Sehingga jarang mahasiswa yang mengembangkan pengetahuannya dengan membaca buku di perpustakaan. Jika dipandang sekilas, sebenarnya mahasiswa akan rugi jika malas untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. 

Karena perpustakaan adalah fasilitas kampus yang ditujukan untuk mahasiswa. Sebagian UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibayarkan mahasiswa akan lari ke perpustakaan. Jadi, betapa ruginya jika mahasiswa malas untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Malas ke perpustakaan sama dengan malas atau pun tidak mau memanfaatkan fasilitas yang diberikan kampus dari uang yang dibayarkan mahasiswa setiap semesternya.

Jika teman-teman termasuk mahasiswa yang cepat bosan dan jenuh membaca. Teman-teman bisa mengembangkan pengetahuan dengan menggunakan media audiovisual (video pembelajaran) yang terpercaya atau pun sharing dengan teman sebaya maupun teman berbeda usia. Pengembangan pengetahuan dengan melalui video merupakan cara yang sangat digemari oleh mayoritas mahasiswa jaman sekarang. Selain mudah diakses, video juga tidak membosankan. 

Apalagi di era sekarang ini sudah hampir tidak ada mahasiswa yang tidak memiliki smartphone. Dengan adanya smartphone, semuanya akan menjadi mudah dan fleksibel. Sharing dengan teman juga banyak diminati oleh mayoritas mahasiswa. Suasana sharing yang asik dan menyenangkan, akan menolak bosan maupun jenuh untuk menghampiri. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline