Lihat ke Halaman Asli

Neuralink Implan Chip Otak yang Berpotensi Membantu Pasien yang Mengalami Kelumpuhan

Diperbarui: 14 Mei 2023   15:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://d33wubrfki0l68.cloudfront.net/225621784b911d4c5b524e627ae3a8d191fe2b44/c4de2/images/content/approach-link-1.png (Sumber foto : neuralink.com)

Teknologi pada era moderen ini sangat membantu manusia untuk menyelesaikan berbagai hal dengan cepat, dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia bahkan tidak bisa lepas dari teknologi mulai dari bekerja, belanja, belajar, hingga mencari hiburan bisa dilakukan dengan bantuan teknologi.  Seiring berkembangnya zaman, banyak sekali teknologi yang semakin berkembang sampai saat ini. Contohnya seperti perkembangan teknologi transportasi mobil listrik.

Pada saat ini sudah banyak jenis mobil listrik. Sudah banyak pabrikan-pabrikan otomotif yang memproduksi mobil listrik. Salah satu produsen mobil listrik terbesar saat ini Tesla yang dipimpin oleh Elon Musk telah sukses memasarkan produk mobil tersebut kepada konsumen. Selain itu mobil listrik sendiri mempunyai beberapa keunggulan yang dapat menyaingi mobil konvensional (mobil berbahan bakar bensin), keunggulan tersebut seperti ramah lingkungan, suara mesin tidak bising, pengisisan baterai lebih praktis, dan biaya perawatan yang lebih murah. Dengan keunggulan yang dimiliki mobil listrik nantinya akan menggantikan mobil konvensional.

Inovasi yang dilakukan oleh Elon Musk tidak hanya berhenti pada pembuatan mobil listrik saja melainkan ada beberapa perusahaan yang didirikan olehnya. Ia mendirikan SpaceX yaitu perusahaan penerbangan antariksa yang mengembangkan teknologi roket. Selain itu Elon Musk juga mendirikan sebuah perusahaan yang saat ini masih menjadi kontroversi yaitu Neuralink.

Neuralink merupakan perusahaan yang fokus pada pengembangan teknologi implantasi otak manusia. Beberapa waktu lalu pada tahun 2021 chip otak yang dikembangkan oleh perusahaan ini telah berhasil ditanamkan pada otak binatang, sebelumnya chip otak tersebut telah berhasil ditanamkan ke otak monyet yang diberi nama Pager. Video keberhasilan pemasangan chip tersebut dipublikasikan lewat akun Youtube resmi milik perusahaan Neuralink. Di dalam video tersebut terlihat bahwa monyet yang diberi nama Pager dapat memainkan permainan Mindpong lewat pikirannya.

Kini perusahaan Neuralink bersiap untuk mengimplan chip otak kepada manusia. Chip yang akan ditanamkan ke otak manusia berfungsi sebagai perangkat yang membantu orang-orang disabilitas. Chip yang ditanamkan akan memungkinkan mereka mengontrol ponsel atau komputer hanya dengan pikiran mereka.

Elon Musk mengatakan chip otak tersebut berukuran 23 mm memiliki bentuk seperti koin yang memiliki benang elektroda. Chip tersebut dimasukkan dengan mengeluarkan sepotong tulang tengkorak. Chip tersebut ditanamkan rata dengan tengkorak dan tidak terlihat di bawah rambut.

Namun uji coba untuk mengimplan chip otak kepada manusia mendapat beberapa hambatan yang dihadapi perusahaan ini. Para ilmuwan bahkan menyatakan kekhawatiran mereka terhadap projek uji coba perusahaan ini.  Salah satunya seorang peneliti neuroetika di Penn State Dokter Laura Cabrera mengatakan bahwa "ilmuwan masa ini sangat ahli dalam menanamkan perangkat, meski begitu jika terjadi kesalahan mereka benar-benar tidak memiliki teknologi untuk melepaskan implant dengan aman tanpa merusak otak." Selain itu masih banyak pertanyaan dari beberapa ilmuwan dan akademisi seperti berapa lama perangkat implant akan bertahan dan apakah neuralink akan melakukan perawatan lanjutan bagi pasien terlepas dari uji coba yang akan dilakukan berhasil atau tidak. Para ilmuwan berharap neuralink akan bertanggung jawab terhadap apa yang akan mereka lakukan pada pasien yang telah ditanamkan chip.

Meskipun begitu sudah ada beberapa orang yang telah menanamkan benda yang serupa dengan chip ke dalam tubuhnya. Salah satunya adalah Erik Sorto, saat usianya 21 tahun ia mengalami kelumpuhan pada bagian leher ke bawah akibat luka tembakan. Erik menerima implantasi elektroda mikro benda yang serupa dengan chip pada korteks motoriknya sebagai bagian dari studi neuroprostetik.

Dengan ditanamkannya elektroda mikro tersebut Erik dapat dengan mudah menggerakkan tangan robot untuk memberikannya botol minuman. Perangkat tersebut bekerja dengan baik, hanya dengan pikirannya tangan robot yang ada didekat Erik dapat bergerak mengambil botol sehingga ia dapat meminumnya. Sorto mengatakan "ini seperti sepotong surga kecil bagi saya."

Implan tersebut dirancang khusus untuk keperluan penelitian dan tidak memiliki merek tertentu. Implan ini terhubung ke sebuah komputer yang dapat membaca sinyal elektrik dari korteks motoriknya, yang kemudian diterjemahkan menjadi gerakan pada lengan prostetik yang dikendalikan dengan menggunakan pikiran.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline