Lihat ke Halaman Asli

Kesenian Wayang yang Mulai Ditinggalkan

Diperbarui: 30 Juni 2021   06:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

    Wayang berasal dari kata " Ma Hyang" yang berarti menuju  kepada roh spiritual, dewa atau Tuhan  sang kuasa. Tapi ada juga yang mengatakan "wayang" berasal dari teknik pertunjukan yang mengandalkan bayangan di layar, yang penontonya bisa menonton wayang dari belakang atau kelihatan bayangannya saja. Wayang adalah seni pertunjukan asli di Indonesia yang berkembang pesat di pulau Jawa dan Bali. Tak hanya dipulau Jawa dan Bali saja, wayang juga popular di daerah Sumatra dan Semenanjung Malaya. Wayang biasa dimainkan oleh seorang dalang, dalang juga yang menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang yang dimainkan. Wayang biasa diiringi musik gamelan, dan tembang-tembang yang dinyanyikan oleh seorang sinden.  

    Munculnya wayang ke Indonesia sendiri tidak langsung begitu ada, ada beberapa ahli yang mempercayai bahwa wayang datang ke Indonesia bersama datangnya kebudayaan Hindu Budha ke Indonesia. Ada juga yang beranggapan bahwa wayang ada pada zaman kerajaan Islam, yaitu dibawakan oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga yang berdakwah ke Nusantara dengan kesenian wayang kulit. Pertunjukan wayang ini tidak hanya menampilkan seni rupa dari bentuk wayang yang unik , namun juga menampilkan seni musik dari alat musik gamelan yang mengiringi sinden bernyanyi, ada juga seni sastra yaitu dari pembawaan dialog wayang yang diucapkan oleh dalang.

    Pada tanggal 7 november 2003, wayang dinobatkan sebagai kebudayaan yang mengagumkan dalam cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga (masterpiece of oral and intangible heritage of humanity). Kesenian wayang juga sudah di daftarkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Tak hanya itu pada tanggal 21 April 2004 di Paris, wayang mendapatkan penghargaan. Hal ini sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia, kesenian wayang yang dapat diterima dikalangan masyarakat bawah sampai atas. Selain itu, budaya dari kesenian wayang sebagai sebuah prestasi yang luar biasa, sehingga menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia. Pastinya akan sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia.

    Dengan eksisnya kesenian wayang ini kita juga mempunyai tantangan yang besar, bagaimana kita mampu melestarikan kesenian wayang. Karena akhir-akhir ini, jarang generasi muda yang tidak mengetahui kesenian wayang. Akibat perkembangan teknologi yang sangat pesat, dan percampuran budaya yang tidak bisa disaring. Banyak anak muda yang sudah melupakan bahkan tidak mengetahui tentang kesenian wayang. Mereka beranggapan bahwa wayang itu kuno, dan tidak mengikuti trend zaman sekarang. Akibatnya wayang sekarang memiliki sedikit peminat, bahkan bisa dilihat hanya orang-orang tua yang masih menyukai kesenian wayang.

Kita sebagai generasi muda harus bisa tetap melestarikan kesenian wayang ini. Padahal wayang sudah mendunia, tetapi kita sebagai generasi muda tidak mengetahui kesenian wayang. Pasti akan merugikan bagi Negara, dan juga bagi diri kita sendiri. Kita sebagai generasi muda  harus mengetahui cara melestarikan kesenian wayang kulit. Agar kesenian wayang kulit ini tetap eksis, berikut merupakan salah satu contoh cara melestarikan kesenian wayang:

1. Menonton Pertunjukan Wayang

Di zaman sekarang pertunjukan wayang sudah jarang ditemukan. Lalu bagaimana kita sebagai generasi muda tetap bisa menjaga kesenian wayang kulit?

Perkembangan teknologi yang sudah semakin canggih, tidak dapat dipungkiri. Kita bisa memanfaatkan media social untuk menonton pertunjukan wayang. Banyak akses media social yang bisa kita gunakan, misalnya youtube. Dengan begitu, kita tetap bisa melihat pertunjukan wayang, meskipun sudah jarang ada pertunjukan wayang.

Lalu bagaimana jika anak muda sekarang lebih memilih melihat drama Korea daripada melihat kesenian wayang? Padahal wayang adalah kebudayaan Negara kita yang harus dilestarikan.

Ini yang menjadi tantangan bagi generasi muda, bagaimana kita bisa menyaring pengaruh buruk dari luar. Kita harus bisa memfilter mana kebudayaan yang baik, dan buruk bagi bangsa Indonesia. Boleh kita menonton drama Korea, namun juga harus ada batasan. Jangan sampai kita melupakan kebudayaan kita, dan lebih menyukai kebudayaan luar bahkan sampai menirukan kebudayaan luat tersebut.

2.Mengadakan Ekstra Kulikuler di Sekolah

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline