Lihat ke Halaman Asli

Latifah Maurinta

TERVERIFIKASI

Penulis Novel

Ayah, Takkan Terganti

Diperbarui: 10 Mei 2019   06:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pixabay.com

Ayah, Takkan Terganti


Perempuan 53 tahun itu terbaring lemah. Punggungnya terluka karena selalu tertidur. Ia tidak cantik, tetapi kondisinya bisa membuat siapa saja tersentuh melihatnya. Guratan panjang tertinggal di dada Ayah Calvin. Ia baru saja melihat perempuan itu.

"In comma..." desah Dokter Tian.

"Kanker payudara. Sudah stadium terminal."

Ayah Calvin terenyak. Kanker stadium terminal? Menakutkan.

"Dokter Tian...apakah saya akan begitu juga?" lirihnya.

"Semoga tidak." balas Dokter Tian.

Tidak, Ayah Calvin tidak ada di sini. Balon kecemasan di hati Jose terus membesar. Ia sedih dan cemas sekali ditinggalkan Ayahnya. Kenapa Jose sering ditinggal-tinggal?

"Tinggalkan saya sendiri..." Ayah Calvin memohon. Masih menatap nanar pasien kanker stadium terminal itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline