Lihat ke Halaman Asli

David Abdullah

TERVERIFIKASI

Damir Desnica, Seniman Sepak Bola yang "Mendengar" dengan Kakinya

Diperbarui: 2 Desember 2021   20:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Damir Desnica, eks pemain sayap HNK Rijeka (Kroasia). | fr.besoccer.com

"Tuhan mengambil pendengaran saya, tetapi memberi saya bakat. Dan kecintaan pada sepak bola." -Damir Desnica

Andai bisa memilih, tidak seorang pun yang ingin terlahir dengan kekurangan, baik secara materi, fisik, maupun mental.

Di luar jalan takdir yang telah digariskan oleh Sang Penguasa alam semesta, setiap manusia akan berharap agar kehidupan sosialnya tak dilungkupi dengan berbagai kemalangan dan keterbatasan.

Keresahan itu yang lantas melahirkan prinsip di dalam tatanan masyarakat, bahwa supaya tidak kekurangan secara materi, kita diharuskan untuk bekerja.

Begitu pula dengan aspek manusia yang paling fundamental, yakni jasmani dan rohani. Sejak kecil kita diajarkan untuk menjaga pola hidup sehat dan berpikiran positif agar kondisi fisik dan mental kita senantiasa prima.

Namun, tidak semua orang dianugerahi dengan kondisi yang sempurna. Apabila kekurangan materi masih bisa diperbaiki, lain halnya dengan keterbatasan fisik dan mental, yang akan dibawa seumur hidup.

Sebagian orang terlahir dengan kondisi yang tidak beruntung. Mereka tak dapat memilih takdirnya sendiri. Tidak pula memiliki pilihan selain menerima apa yang sudah digariskan.

Setidaknya kondisi itu yang dirasakan oleh Desnica kecil. Kesempurnaan tidak pernah berpihak kepadanya sedari kaki-kaki mungil itu menapak di muka bumi untuk pertama kali.

Damir Desnica lahir 63 tahun silam atau tepatnya pada 20 Desember 1956, dari rahim seorang ibu berkewarganegaraan Republik Sosialis Federal Yugoslavia atau yang hari ini kita kenal dengan Kroasia.

Beberapa saat usai ia menginjak tahun pertamanya, kedua orang tua Desnica curiga ada yang berbeda dengan buah hatinya itu. Desnica kecil sama sekali tidak bereaksi terhadap suara.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline