Lihat ke Halaman Asli

Isur Suryati

TERVERIFIKASI

Menulis adalah mental healing terbaik

Cara Jitu Mengatasi Konflik dengan Anak Remaja Menurut Pakar Parenting

Diperbarui: 9 Mei 2023   11:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak remaja bersama ibunya (Pexels.com/Julia M. Cameron)

Anak remaja seringkali menjadi tantangan bagi orang tua dalam membangun hubungan yang baik. Terjadinya konflik dalam hubungan orang tua dan anak remaja bisa berdampak buruk pada kesejahteraan anak dan hubungan keluarga yang erat. Karenanya, penting bagi orang tua untuk mempelajari cara mengatasi konflik dengan anak remaja dengan tepat.

Artikel ini bertujuan untuk memberikan strategi praktis dan pemahaman tentang cara mengatasi konflik dengan anak remaja. Saya ingin mengajak para orang tua untuk memahami kondisi anak remaja dan tanda-tanda konflik yang mungkin terjadi serta bagaimana cara mengatasinya dengan efektif.

Mengatasi konflik dengan anak remaja sangat penting untuk membangun hubungan yang kuat dan saling percaya. Anak remaja membutuhkan dukungan dan bimbingan, namun juga ingin merasa dihargai dan didengar. 

Orang tua dapat membantu anak remaja mengatasi masalah dengan cara yang positif dan mengembangkan keterampilan sosial dan emosionalnya dengan mengatasi konflik dengan baik.

Artikel ini membahas berbagai strategi, seperti mendengarkan dengan empati, menghindari kritik dan penghakiman, mendorong anak untuk berbicara tentang perasaan mereka, menemukan solusi bersama, dan memberikan penghargaan dan penguatan positif.

Selain itu, artikel ini juga membahas cara mencegah konflik dengan anak remaja, seperti membangun hubungan yang kuat dan saling percaya, menjalin komunikasi yang terbuka, memberikan batasan dan aturan yang jelas, serta mempertimbangkan kebutuhan dan perasaan anak remaja.

Mengenali Konflik dengan Anak Remaja

Anak remaja adalah masa transisi yang sulit bagi sebagian orang tua. Konflik seringkali terjadi dalam hubungan orang tua dan anak remaja, baik itu konflik kecil seperti perdebatan kecil, hingga konflik besar yang memerlukan penanganan serius. 

Menurut penelitian, konflik antara orang tua dan anak remaja umumnya disebabkan oleh perbedaan pandangan dan nilai, kurangnya komunikasi, serta perbedaan ekspektasi. Selain itu, faktor lain seperti tekanan sosial, masalah emosional, dan perubahan hormon pada anak remaja juga dapat memperburuk konflik yang terjadi.

Saya menekankan pentingnya bagi orang tua untuk mengidentifikasi tanda-tanda konflik dengan anak remaja sejak dini agar dapat mengatasi dan mencegah konflik tersebut dari membesar. 

Beberapa tanda-tanda konflik antara orang tua dan anak remaja meliputi: perubahan perilaku anak, seperti menghindari interaksi dengan orang tua atau menjadi lebih mudah marah; perubahan pola tidur atau makan; menunjukkan sikap tidak sabar atau tidak tertarik saat berbicara dengan orang tua; dan sering bertengkar dengan orang tua.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline