Lihat ke Halaman Asli

Kemiskinan Semakin Menggudang .. :(

Diperbarui: 25 Juni 2015   20:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kemiskinan di masyarakat Indonesia ini sangat banyak ditemukan, mulai dari kurang nya pekerjaan, pengangguran, kurangnya pendidikan, bahkan kemalasan dari masyarakat untuk bekerja. Dari sini saya mempunyai pertanyaan. Mengapa masyarakat yang punya pendidikan rendah tidak dapat bekerja layak yang mereka inginkan, padahal orang-orang ini juga ingin merasakan seperti apa dunia kerja yang sesungguhnya ? mengapa Pemerintah tidak segera menaggulangi para rakyat yang Miskin atau Pengangguran, sering kali pemerintah mengambil keputusan yang tidak bijak. Main seenak”nya mereka menggusur rumah-rumah rakyat miskin itu tanpa di beri uang pengganti, mereka sangat membutuhkan uang itu. Kenapa tidak jika mereka tidak tidak diberi uang pengganti mau tinggal dimana mereka, mau makan apa mereka ?! sungguh, terkadang di negeri ini tidak ada keadilan. Mengapa uang pajak tidak dipergunakan untuk membuat lahan pekerjaan bagi rakyat-rakyat miskin ? sekarang indonesia lagi di kejar-kejar dengan berita yang Gedung para DPR diganti dengan ber’Milyar-milyaran uang. Itu uang rakyat ? kenapa mereka tidak berfikir terlebih dahulu, masih banyak rakyat” yang masih membutuhkan bantuan mereka, tapi mereka selalu mengurusi kepentingan mereka saja. Korupsi dimana-mana, dimana hati nurani para pemerintah sekarang ? rakyakmu masih kesusahan. Belum lagi ditambah para pengangguran di negeri ini, banyak sekali masyarakat itu pengangguran dalam pekerjaan. Dikarenakan pekerjaan yang minim, persyaratan yang tinggi, susahnya minat bekerja dalam masyarakat yang membuat masyarakat banyak yang tidak bekerja. Untuk itu mari kita semua membantu rakyat-rakyat yang kurang beruntung seperti kita. Mereka sangat membutuhkan kita , kalau bukan kita yang membantu mereka. siapa lagi ?!

Mungkin itu saja yang bisa saya lontarkan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline