Lihat ke Halaman Asli

W. Efect

Berusaha untuk menjadi penulis profesional

Merentang Hari Datang Pergi Indonesiaku

Diperbarui: 3 Mei 2017   14:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Merentang hari datang pergi Indonesiaku, angin membisikkan bingkai kabut

senandungkan tembang resah gelisah sampai relung hati, gaungnya

seperti gelombang kurusetra, gending-gending, tetabuhan bertalu

mengiringi ksatria amarta merebut tanah pusaka.

sebagai ksatria pinilih, hasrat merengkuh tahta sejati membekas obsesi

jiwa raga tak lagi dipertimbangkan, bila mengingat hasrat bakti bagimu pertiwi

kaca negara melesat buru sergap, tetapi sebagaimana titah mayapada tak kuasa

melawan pepestining dumadi, telah dimeteraikan gusti allah, sekalipun

semua aji mandraguna diterapkan, jiwa raga tetap melayang jauh

bersatu dalam kedamaian abadi.

Merentang hari datang pergi Indonesiaku, seberkas cahaya hendak menerangi kegelapan. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline