Lihat ke Halaman Asli

Christie Damayanti

TERVERIFIKASI

Just a survivor

Konsep 'Universal Design' Secara Internasional bagi Disabilitas

Diperbarui: 12 Juni 2017   13:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://www.disabilityaccessconsultants.com.au

By Christie Damayanti

Penyandang disabilitas, dinegara manapun mempunyai keterbatasan2 secara fisik dan mental untuk mengakses perkotaan sebagai bagian dari .lingkungan inklusi mereka’. Tetapi, mereka adalah warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama, dengan warga negara masyarakat umum kebanyakan yang sehat.

Lalu, bagaimana kah, bisa bisa mendesain perkotaan, yang mudah di akses oleh semua orang, termasuk disabilitas?

Untuk menentukan desain fasilitas dalam perkotaan bagi disabilitas yang ideal, tidak bisa dikatakan. Karena jenis2 disabilitas itu sangat beraneka, dan bagaimana kaum disabilitas itu merasa nyaman dan aman untuk mengaksesnya. Oleh karena itu, mungkin kita hanya bisa memberikan standard2 desainnya saja, dan selebihnya, perlu mendalami konsep kaum disabilitas dengan berbagai riset.

Karena, bisa saja antara disabilitas pengguna kursi roda satu dengagn pengguna kursi roda yang lain, berbeda kebisaanya, walaupun sama sama pengguna kursi roda. Begitu juga disabilitas2 yang lain.

Sehingga, standard2 desain untuk kaum disabilitas bagi “kota ramah disabilitas, harus memenuhi “asas Aksesibilitas”, yang meliputi KEMUDAHAN, KEAMANAN, FUNGSI dan KEGUNAAN, KESELAMATAN, KENYAMANA dan KEMANDIRIAN.

Selain semua standard desain diatas, juga ada beberapa kritera lagi untuk mendesain fasilitas2 disabilitas. Karena seperti yang kita tahu, kaum disabilitas memang cukup rentan secara fisik, dimana kita harus hati2. Bisa saja desain A sangat bagus bagi masyarakat umum yang sehat, tetapi tidak demikian bagi kaum disabilitas.

Misalnya,

Tentang fleksibilitas.

Kemarin, aku baru saja membeli kursi roda elektrik, dimana ak sangat membutuhkan barang tersebut. Tetapi, ternyata “setir” kursi roda elektrik itu, selalu ada di bagian tangan kanan, padahal tangan kananku lumpuh dan tidak bisa digunakan.

Sehingga, jika kemarin ku membeli kursi roda elektrik tersebut, karena aku memesan khusus, bahwa “setir”nya harus dipindahkan ke bagian tangan kiriku.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline