Lihat ke Halaman Asli

Ruang Berbagi

TERVERIFIKASI

🌱

Resensi Buku "Mencintai Santo Yusuf" Menguak Misteri Tunangan Maria

Diperbarui: 16 April 2021   13:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Bunda Maria dan Santo Yusuf (Sumber : thosecatholicmen.com)

"Tentang Maria, Bunda Yesus, tak habis-habis buku ditulis. Tentang Yusuf, tunangan Maria, terlalu sedikit buku ditulis." Berangkat dari keprihatinan ini, saya tergerak untuk menulis sebuah buku tentang Yusuf atau Yosef. 

Cover buku Santo Yusuf (shop.kanisiusmedia.co.id)

Tulisan ini adalah nukilan dari buku berjudul "Mencintai Santo Yusuf: Renungan dan Aneka Devosi" yang baru saja diterbitkan oleh Penerbit Kanisius pada tahun 2019 ini. Buku ini adalah buku rohani kedua karya saya. Buku pertama saya ialah "Wanita-Wanita dalam Alkitab: 35 Kisah dan Renungan" yang terbit pada 2018 lalu. 

Cover buku Wanita-Wanita Mulia (shop.kanisiusmedia.co.id)

Misteri Yusuf 

Yusuf adalah pribadi yang menarik sekaligus penuh misteri. Tidak banyak yang kita ketahui tentangnya. Alkitab bahkan tidak mencatat sepatah kata pun yang pernah diucapkannya. 

Yusuf hanya muncul dalam kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus. Sewaktu Yesus dewasa berkarya hingga wafat-Nya di kayu salib, Yusuf seperti hilang ditelan bumi. Injil hanya mencatat kehadiran Maria, tanpa Yusuf di bawah salib Yesus. Mengapa begitu? Apa yang kemungkinan besar terjadi pada Yusuf?

Sungguh, ada banyak misteri seputar pribadi Yusuf yang selalu mengundang rasa ingin tahu kita. Buku "Mencintai Santo Yusuf" mengajak kita untuk menyibak misteri hidup dan keutamaan Yusuf, tunangan Maria. 

Makna Nama dan Keistimewaan Yusuf

Nama Yusuf dalam bahasa Ibrani adalah "Yosep" yang berarti: "TUHAN (Yahweh) menumbuhkan". Yusuf dari Nazaret menjalankan perannya sebagai salah satu penanggung jawab utama pertumbuhan Yesus dengan baik. 

Yusuf, tunangan Maria bukan pria biasa. Yusuf adalah pria istimewa karena ia berasal dari keluarga Daud (Luk 1:27), raja Israel yang diurapi TUHAN. Berkat Yusuf, Yesus dimasukkan dalam keturunan Daud. Hal ini menjadi jelas dalam silsilah Yesus yang disajikan oleh Injil Matius (Mat 1:1-17) dan Lukas (Luk 3:28-38). 

Dalam masyarakat Yahudi, ayahlah yang biasa menamai anak-anaknya. Contohnya, Zakharia menamai anaknya "Yohanes" (Luk 1:63). Yusuf menaati perkataan malaikat (Mat 1:21) dengan menamai anak yang dilahirkan Maria dengan nama "Yesus" (Mat 1:25b). 

"Yesus" berarti "TUHAN (Yahweh) menyelamatkan". Pemberian nama oleh Yusuf adalah bukti bahwa Yusuf mengakui Yesus sebagai anaknya secara hukum dan sosial.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline