Lihat ke Halaman Asli

Pemuda LDII Kota Kediri Hadiri Refleksi Kepemudaan Kesra Kota Kediri

Diperbarui: 15 Desember 2022   12:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Kediri (15/12). Bagian Kesejahteraan Rakyat (Bag.Kesra) Kota Kediri menggelar refleksi kepemudaan, bertempat di Hotel Lotus Garden, pada Kamis (15/12).

Kepala Bagian Kesra Kota Kediri, Ahmad Jainudin menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh beberapa tokoh pemuda di Kota Kediri dari Pemuda LDII, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda NU, Pemuda Wahidiyah, Pemuda FKUB dan Pemuda Karang Taruna.

"Pemuda di Kota Kediri sangat beragam, sehingga untuk meningkatkan skill para pemuda perlu upgrade dan update ilmu. Maka acara ini perlu dilaksanakan dengan mengusung tema moderasi beragama sebagai pemersatu bangsa dan membangun kemandirian pemuda," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebentar lagi jalan toll dan bandara di Kediri akan segera beroperasi, para pengusaha dari luar kediri pastinya akan ikut berkompetisi di Kediri.

"Maka pemuda Kota Kediri jangan hanya sebagai penonton saja, harus ikut berkontribusi sebagai pemuda yang mandiri. Bisnis Pemuda jangan hanya di offline saja, segera bergerak di bisnis online," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Kota Kediri telah membuat Rumah Moderasi, untuk meningkatkan toleransi di Kota Kediri.

Sejalan dengan itu, Wali Kota Kediri, Abu Bakar menjelaskan bahwa Setara Institute baru-baru ini merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 yang menilai tingkat toleransi beberapa kota Indonesia. Dari lima kali studi tentang IKT dilakukan, skor rata-rata nasional 2021 menjadi yang paling tinggi, dengan 5,24. Dalam studinya, Setara Institute menggunakan empat variabel dan delapan indikator terhadap 94 kota di Indonesia, Kota Kediri di posisi peringkat ke 10.

"Maka Kota Kediri yang memiliki Orgasisasi Keagamaan yg besar, saling berdampingan dan menerima perbedaan, sehingga Kota Kediri peringkat 10 Kota toleran se Indonesia," ungkap Abu secara memberikan sambutan secara virtual.

Pria yang kerap dipanggil Mas Abu menambahkan bahwa Kota Kediri melalui FKUB telah membuat kampung moderasi, sehingga permasalahan yang terjadi di tingkat Kelurahan bisa mudah untuk diselesaikan.

"Harapannya di tahun mendatang, Kota Kediri mendapatkan peringkat kota toleran yang lebih meningkat dari tahun sebelumnya," harapnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline