Lihat ke Halaman Asli

Dahsyatnya Glutathione bagi Kesehatan

Diperbarui: 14 Februari 2024   09:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: https://patchaid.com/blogs/patchaid-blog/what-is-glutathione-deficiency-and-can-glutathione-patches-help

Oleh : DR. Dr. Muh. Nasir Ruki Al Bugisy, S.Si, M.Kes, Apt, Sp. GK., FIHFAC, CAHR, CELM, COCM

Apa itu Glutathione ?

          Mungkin banyak dari anda yang masih kurang familiar dengan jenis antioksidan yang satu ini.  Glutathione (Glutathione, GSH) merupakan antioksidan yang diperoduksi secara alami oleh hati dan sel-sel saraf di otak. GSH adalah tripeptida intraselular berbentuk Gamma-Levo-glutamil-L-sisteinil-glisina. Dengan berbagai kegunaan antara lain: detoksifikasi, antioksidan, pemeliharaan status thiol dan modulasi proliferasi sel, dikarenakan kemampuannya dalam meregenerasi diri setelah menangkal radikal bebas, glutathione juga dikenal dengan sebutan Master of Antioksidan.

          Senyawa glutathione juga dapat membantu memaksimalkan asupan vitamin E dan C di dalam tubuh, membantu mengeluarkan zat-zat beracun, serta memperlambat proses penuaan. 

          GSH ini merupakan protein larut air yang merupakan antioksidan terpenting dalam tubuh karena berfungsi intraselular dan juga mempunyai kemampuan untuk mendaur ulang antioksidan yang lain seperti vitamin C dan E. Zat ini terbentuk dari 3 jenis asam amino, yaitu L-sistein, glisin, dan L-glutamat.

          GSH berfungsi sebagai antioksidan yang langsung menetralisir. radikal bebas (Reactive Oxygen Species/ROS) dengan cara berikatan dengan molekul radikal bebas sehingga terjadi detoksifikasi ROS, logam berat dan reaksi kimia berbahaya lainnya yang akhirnya dapat dikeluarkan dari tubuh.

Manfaat Glutathione 

          Fungsi GSH yakni memperbaiki kerusakan oksidatif yang sudah terjadi di dalam tubuh. Kerusakan oksidatif dapat meningkatkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh, yang dapat berimplikasi timbulnya ratusan penyakit di dalam tubuh seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, Alzheimer, HIV/AIDS dan masih banyak lagi penyakit lainnya. Orang-orang yang menderita penyakit tersebut di atas mempunyai level Glutathione yang rendah dalam tubuh.

         Glutathione, baik dalam bentuk Glutathione tereduksi (GSH) maupun Glutathione teroksidasi (GSSG) bekerja dengan cara mengikat toksin membentuk suatu kompleks larut air yang akan diekskresikan melalui cairan empedu dan urin sebagai sampah metabolisme. Glutathione merupakan protein thiol (ikatan karbon dan sulfur) intraseluler yang ada di setiap sel tubuh kita.

Glutathione dikatakan sebagai antioksidan utama karena perannya dalam mendukung sistem pertukaran thiol dan juga perannya dalam regulasi aktivitas selular.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline