Lihat ke Halaman Asli

Sepotong Cerita dari Pulau Pagang

Diperbarui: 17 Juni 2015   21:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

14127489421159004164

Sudah pernah dengar tentang Pulau Pagang? Jika belum, kebetulan saya ingin cerita sedikit tentang Pulau Pagang dan kisah perjalanan saya ke sana. Ada kisah manis, unik, dan pahit dalam kisah perjalanan saya ke Pulau Pagang.

Pagang atau Pulau Pagang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Lokasinya tak jauh dari Pulau Sikuai yang cukup familiar di kalangan para traveller. Penasaran? Begitu juga yang saya rasakan ketika diajak berkunjung ke Pulau Pagang oleh teman wanita saya dan teman-teman lainnya.

Pulau Pagang sendiri dapat dicapai melalui jalan darat dan dilanjutkan dengan perahu penyeberangan. Ketika itu saya dan teman-teman berangkat dari Pekanbaru menggunakan kendaraan roda empat menempuh perjalanan lebih kurang 10 jam menuju Kota Padang, untuk selanjutnya menempuh perjalanan ke Pelabuhan Bungus di Padang.

Perjalanan lumayan menyenangkan meski tidak dapat dikatakan mulus karena kendaraan yang kami tumpangi sempat mengalami masalah pada ban. Alhasil kami harus singgah di sebuah bengkel di luar kota Pekanbaru. Setelah diperiksa dan dipastikan aman, kami terus melanjutkan perjalanan.

Namun, cerita naas masih belum berakhir. Ketika berpapasan dengan sebuah trailer pengangkut baja dan sebuah minibus dari arah berlawanan, mobil kami menyenggol sebuah trailer. Napas kami sejenak tertahan ketika bagian depan kendaraan menyenggol ekor trailer. Lampu depan pecah dan disertai retak pada bagian bodi bagian depan. Kami pasrah seandainya mobil yang kami tumpangi dan kami semua mengalami kecelakaan parah. Kecelakaan kecil ini terjadi di dekat area Kelok 9. Syukurlah kami semua selamat dalam kejadian itu dan mampu melanjutkan perjalanan ke Kota Padang.

Sesampainya di Kota Padang, kami menyempatkan berhenti untuk menyantap sarapan di sebuah warung di pinggir jalan. Saya pesan lontong sayur. Rasanya lumayan, entah karena saya lapar atau saya memang doyan. Hehehe.

Selesai sarapan gantian saya menyetir menuju Pelabuhan Bungus. Harus saya akui bahwa ini adalah momen menyetir yang paling berkesan buat saya. Saya belum paham kondisi jalanan di Kota Padang, apalagi harus mencari lokasi Pelabuhan Bungus tempat kita akan menyeberang ke Pagang.

Thanks to GPS Inventor!

Kami akhirnya harus mengandalkan alat mungil tersebut untuk mencari letak Pelabuhan Bungus. GPS yang kami gunakan mampu mengeluarkan suara sistem untuk memberitahukan jarak lokasi kami ke lokasi yang dituju.

"Lima ratus meter lagi, belok kiri."

Saya hitung cepat dengan  melihat angka di speedometer. Saya curiga kalau saja GPS-nya salah perkirakan jarak. Yak! Benar saja, ternyata setelah berjalan lebih lima ratus meter kami belum juga sampai di Pelabuhan Bungus. Saya menarik nafas dalam-dalam.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline