Mohon tunggu...
Amien Laely
Amien Laely Mohon Tunggu... menyukai informasi terkini, kesehatan, karya sendiri, religiusitas, Indonesia, sejarah, tanaman, dll

menulis itu merangkai abjad dan tanda baca, mencipta karya seni, menuangkan gagasan, mendokumentasikan, mengarahkan dan merubah, bahkan amanah serta pertanggungjawaban

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Wajah Hukum di Balik Pencurian Helm

16 Juli 2019   17:29 Diperbarui: 16 Juli 2019   17:39 0 1 2 Mohon Tunggu...
Wajah Hukum di Balik Pencurian Helm
borneonews.co.id

Helm adalah satu dari banyak benda penting yang mudah dibawa kemana-mana. Meskipun fungsi utama helm adalah melindungi kepala ketika sedang mengendarai motor, tidak jarang fungsi helm hanya dimaksudkan untuk sekedar meloloskan diri dari tilang petugas lalu-lintas.

Apapun alasannya, jika tiba-tiba helm raib pada saat hendak mengendarai motor maka sangat menjengkelkan.

Saya mengalami sendiri peristiwa kehilangan helm ketika di suatu siang, helm yang saya letakkan di spion motor raib entah ke mana. Kebetulan saat itu ada satu orang lagi teman yang bernasib sama, helmnya tak ada di motor. Kami berdua sedang kecurian helm di tempat parkir.

Usut punya usut. Rupanya kejadian helm hilang di tempat parkir sudah beberapa kali terulang. Saat ketika helm saya hilang sudah tujuh bulan lalu, dan sampai dengan tujuh bulan setelah itu, kejadian serupa terulang lebih dari dua kali. Padahal sebenarnya penjagaan sekuriti sudah diperketat, tetapi belum bisa menangkap pelaku, dan kejahatan pencurian helm terjadi lagi.

Yang saya tak habis pikir, helm saya yang hilang itu helm murah. Waktu itu saya membelinya seharga Rp140.000,-, harga yang tidak mahal untuk sebuah helm, si pelindung kepala, yang di dalam kepala itu ada otak sebagai pusat kendali semua aktifitas tubuh manusia. Bagaimana mungkin helm seharga itu bisa diambil orang.

Dugaan saya helm itu dicuri untuk dijual lagi. Lalu harga berapa pencuri itu akan menjualnya? Terlalu mahal jika penadah mau membeli Rp100.000,- karena helm telah saya pakai kurang lebih sebulan.

Helm hilang memang peristiwa sederhana atau bisa disebut sebagai kejadian remeh. Namun sesungguhnya dalam pandangan hukum, tidak boleh dipandang demikian. Kewibawaan hukum tegak jika peristiwa-peristiwa kejahatan kecil semacam pencurian helm diselesaikan sesuai koridor hukum. 

Berulangnya tindak pidana pencurian helm mengindikasikan bahwa pelaku pidana tidak memiliki rasa takut pada hukum negeri ini, dengan segala alasannya. Yang berarti pula hukum negeri ini belum memiliki kewibawaan yang semestinya.

Jika diurai lebih lanjut, peristiwa hilangnya helm seharusnya dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Kemudian pihak berwajib mencari pelakunya dan dilanjutkan ke proses penegakan hukum berikutnya sampai keputusan pengadilan. Tidak hanya pencurian helm saja yang diproses demikian, tetapi semua peristiwa pencurian termasuk pencurian benda yang lebih remeh daripada helm pun seharusnya disikapi dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Jika pencurian helm sering terjadi, bahkan terjadi di banyak tempat, maka penegak hukum sudah semestinya  memberikan perhatian lebih, karena telah berkategori meresahkan masyarakat. Keresahan masyarakat adalah pertanda bahwa hukum sedang tidak memiliki wibawa, dan hal itu adalah PR besar bagi institusi penegakan hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman.

Hanya saja sekedar menyalahkan institusi, bukan jalan keluar yang semestinya, dan memang tidak demikian hukum negeri ini mengatur. Tanggung jawab menegakkan hukum harus dilakukan bersama baik oleh negara maupun oleh warga negara sesuai kedudukannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2