amie retna wulan dewi
amie retna wulan dewi Wiraswasta

Saya seorang wiraswasta yang semula menjadi karyawan swasta. Hobi saya menulis, membaca, dan mendengarkan musik

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Panasnya Suhu Politik, "Ngadem" Dulu dengan Es Sirop Bojong Tasikmalaya

10 Agustus 2018   12:35 Diperbarui: 11 Agustus 2018   05:23 377 2 1
Panasnya Suhu Politik, "Ngadem" Dulu dengan Es Sirop Bojong Tasikmalaya
Foto Pribadi

Pasca "Deklarasi Capres dan Cawapres" tadi malam yang menghadirkan 'Drama' yang penuh kejutan dan menguras emosi, tentu membuat tensi politik menjadi memanas. Masyarakat pun sedikit banyak terpengaruh dengan peristiwa politik nasional para tokoh elit politik tsb. 

Namun di sini saya tidak ingin membicarakan soal politik. Saya justru ingin mengajak masyarakat untuk rileks sejenak dan 'ngadem' dengan minuman dingin dan segar yang sering dicari orang saat cuaca ataupun kondisi hati dan pikiran yang sedang 'panas' . 

Banyak jenis minuman segar, baik yang 'umum' seperti jus dsj, atau juga yang 'khas' dari berbagai daerah. Salah satunya saya perkenalkan "Es Sirop Bojong" asal Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Dinamakan demikian, karena konon katanya Es Sirop Bojong ini berasal dari 'Jalan Bojong', salah satu nama tempat di Kota Tasikmalaya. Menurut cerita, orang yang pertama kali memperkenalkan "Es Sirop Bojong" ini adalah Bu Momoh, yang berjualan minuman ini di rumahnya yang berada di Jalan Bojong Tengah sejak tahun 1984. Sejak saat itu, minuman yang dibuat dan dijualnya itu dikenal luas oleh banyak orang, bahkan menjadi minuman yang populer dan iconik dari kota Tasikmalaya.

Saya sendiri bukan orang asli Tasikmalaya, dan baru pindah ke kota ini pada pertengahan tahun 1998. Namun saya sudah mengenal minuman ini jauh sebelum saya pindah dan tinggal di kota ini. 

Saat itu saya masih kelas 5 SD dan kebetulan waktu itu sedang 'masa libur sekolah', jadi saya datang berkunjung ke kota Tasikmalaya bersama Orangtua dan Kakak saya. Semua saudara dari pihak Ayah dan kebanyakan teman-teman Ayah tinggal di kota Tasikmalaya. 

Suatu hari, saya, kakak, dan ayah saya diajak keliling kota Tasik oleh teman Ayah saya dengan menggunakan mobil pribadi. Setelah makan di sebuah Rumah Makan, teman ayah saya tsb membawa kami ke sebuah tempat yang menjual minuman segar. Namun saya tidak ingat apa nama dan dimana tempatnya tsb.

Lalu ia pun memesan minuman segar tsb yang bernama "Es Sirop Bojong". Awalnya saat minuman itu datang, saya menganggapnya biasa saja karena sekilas 'rupa'nya itu sama dengan es campur kebanyakan. Warnanya merah muda dengan berbagai isi didalamnya.

Namun saat saya mulai mencobanya, penilaian saya langsung berubah. Ternyata "Es Sirop Bojong" ini sangat enak dan beda dengan es campur kebanyakan yang biasa saya beli!

Isi "Es Sirop Bojong" ini terdiri dari potongan cincau hitam, irisan kelapa muda, alpukat, nangka, nenas, tape ketan hitam, dan durian. Namun saya memesan tidak memakai durian karena saya tidak menyukainya. 

Setelah itu ditambahkanlah es batu, sirop berwarna merah, dan santan. Mungkin itulah yang membuat 'cita rasa' minuman ini terasa begitu khas, gurih, dan sangat lezat! Terlebih lagi ada isi tape ketan hitam didalamnya, yang baru pertama kali saya rasakan. Jujur saya adalah penggemar tape ketan hitam. Jadi saya sangat 'excited' saat mencicipi minuman yang ada tape ketan hitamnya.

Bisa dibilang saat itu saya "First Love at First Time" kepada minuman "Es Sirop Bojong" tsb. Rupa, warna, dan rasanya selalu terbayang-bayang, meski waktu itu saya sudah meninggalkan kota Tasik. 

Bahkan hingga bertahun-tahun setelah itu saya selalu mengenang "Es Sirop Bojong" ini, dan baru bisa menikmatinya lagi saat saya pindah kota dan tinggal di kota Tasikmalaya ini. Ternyata tidak ada yang berubah dari minuman tsb, tetap unik dan lezat, hingga puluhan tahun waktu berlalu.

Bagaimana, anda tertarik juga untuk mencobanya?!