Mohon tunggu...
Abdul Latip
Abdul Latip Mohon Tunggu... Dosen - Pembelajar

Belajar sepanjang Hayat | Lecture | alatip0212@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pentingnya Literasi Sains untuk Generasi "Zaman Now"

22 Desember 2017   11:20 Diperbarui: 22 Desember 2017   13:16 3305
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

"Kemudahan mengakses informasi pada zaman now perlu diimbangi dengan pembekalan bagi pengakses informasi supaya informasi yang diperoleh lebih bermanfaat dan tidak menjadi sumber masalah"

Kemajuan teknologi memiliki dampak pada perilaku dan kebiasaan generasi zaman now, terutama dalam cara mengakses dan mendapatkan informasi. Satu sisi, kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi generasi zaman now untuk mengakses dan mendapatkan berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia hanya dalam hitungan menit. Pada sisi lain, kemudahan teknologi menyebabkan informasi yang diakses tidak tersaring dengan baik sehingga potensi mendapatkan informasi yang kebenarannya belum pasti atau informasi hoax sangat besar. Jika informasi yang diperoleh tidak tersaring dengan baik, bukan tidak mungkin malah akan berdampak negatif bagi generasi zaman now.

Kemudahan mengakses informasi di era teknologi yang semakin canggih harus diimbangi dengan pembekalan berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada generasi zaman now. Pembekalan tersebut diharapkan mampu menjadi antisipasi dari dampak negatif semakin mudahnya informasi yang bersifat hoax tersebar secara meluas.

Ada banyak bentuk pembekalan yang bisa diberikan kepada generasi zaman now untuk mengimbangi perkembangan teknologi, salah satunya literasi sains. Literasi sains merupakan aspek penting yang bisa dijadikan bekal bagi generasi zaman now untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih, terutama dalam hal mengakses informasi. Literasi sains tidak hanya tuntutan bagi ilmuwan, tetapi juga penting dimiliki oleh semua kalangan, termasuk generasi zaman now.

Dalam bahasa sederhana literasi sains dapat diartikan sebagai melek sains, baik melek sains dalam hal konsep maupun melek sains dalam aplikasinya. Selanjutnya pada pengertian yang lebih luas dan mendalam, literasi sains tidak terbatas pada pemahaman dan pengetahuan mengenai konsep sains saja. Lebih dari itu, literasi sains terdiri dari empat domain yaitu domain konteks, kompetensi sains, pengetahuan sains dan sikap terhadap sains. Empat domain literasi sains inilah yang harus dimiliki generasi zaman now sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Domain literasi sains yang pertama adalah domain konteks, domain konteks dalam literasi sains perlu dimiliki oleh generasi zaman now karena domain ini tidak terbatas pada konteks mengenai konsep sains saja, melainkan berkaitan pula dengan isu-isu kontekstual dalam lingkup personal, lokal, nasional dan global. Isu-isu kontekstual tersebut mencakup berbagai bidang yaitu kesehatan, sumber daya alam, mutu lingkungan, dan perkembangan teknologi yang mutakhir.


Dengan menguasai domain konteks ini, generasi zaman now diharapkan bisa mengetahui, memilih dan memilah jenis informasi yang disesuaikan dengan lingkup dan bidangnya. Selain itu, dengan menguasai domain konteks, generasi zaman now dapat mengkaji informasi mengenai isu-isu kontekstual dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatasi permasalahan pribadi dan masyarakat umum.

Domain literasi sains kedua yang harus dimiliki oleh generasi zaman now adalah kompetensi sains. Kompetensi sains yang dimaksud dalam framework PISA 2015 terdiri dari tiga kompetensi utama yaitu menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penelitian ilmiah, serta menginterpretasikan data dan bukti ilmiah.

Generasi zaman now perlu memiliki kompetensi-kompetensi tersebut supaya informasi yang diakses dan diperoleh dapat dikaji dan diuji kebenarannya secara ilmiah sehingga tidak akan ada informasi yang bersifat hoax dan tidak benar. Selain itu, kompetensi-kompetensi tersebut juga akan membantu generasi zaman now membaca serta memahami data dalam berbagai bentuk sehingga mampu menarik informasi valid dari data yang tersebar pada berbagai sumber.

Domain literasi sains yang ketiga adalah pengetahuan sains, domain ini tidak terbatas pada pengetahuan konten materi sains saja, tetapi termasuk juga pengetahuan prosedural dan pengetahuan epistemik. Pengetahuan prosedural antara lain berkaitan dengan kemampuan observasi, memastikan keakuratan data, dan kemampuan melakukan perancangan untuk menjawab permaslahan yang diajukan. Sementara itu, pengetahuan epistemik antara lain berkaitan dengan kemampuan mengkaji maksud dan tujuan dari suatu peristiwa sehingga mendapatkan penjelasan secara ilmiah dan berusaha mencari solusi optimal yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia.

Selain itu, pengetahuan epistemik juga berkaitan dengan kemampuan menghasilkan pengetahuan yang diajukan dengan didukung oleh data dan alasan yang tepat. Berdasarkan paparan domain pengetahuan sains tersebut, maka generasi zaman now perlu memiliki dan menguasai domain ini. Hal tersebut bertujuan agar generasi zaman now mampu menghasilkan pemikiran-pemikiran kritis dan solutif dari setiap informasi yang mereka peroleh dengan didasarkan pada domain pengetahuan sains. Bukan malah sebaliknya, informasi yang diakses dan diperoleh malah menjadi sumber permaslahan sebagai akibat dangkalnya pemahaman akan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun