Mohon tunggu...
Sayyid Jumianto
Sayyid Jumianto Mohon Tunggu... menulis untuk perubahan, bila tidak bisa membaca tulisanku disini mampir di bloggku https://jogjakiri.blogspot.com/

Menulis adalah memulai suatu perubahan https://jogjakiri.blogspot.com/ Alsayyid jumianto

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Kenangan Masa Kecil Waktu Ramadan Menghilang Karena Cari Ikan

19 April 2021   12:03 Diperbarui: 19 April 2021   12:07 271 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kenangan Masa Kecil Waktu Ramadan Menghilang Karena Cari Ikan
Dok.pri. ibuke muna

Kenangan masa kecil waktu ramadan menghilang karena cari ikan
Sayyid jumianto

Ramadan kali ini 1442 H seakan menyadarkan aku tentang kembelingan kami yang membuat orang tua agak geram karena cintanya pada kamilah yang membuat mereka tersenyum setelah mengetahui apa yang kami dapatkan petualangan sehari.


Petualangan sehar sejak habis subuh sampai menjelang maghrib, kalau sekarang orang tua tinggal wa atau telepn supaya kembali sebelum adzan dhulur tiba tetapi ini benar-benar pengalaman yang membuat kami harus berpikir ulang lagi untuk melakukannya kalau mengingatnya senyum selalu mengembang antara senang, marah dan takut  terhadap  kedua orang tua kami kala itu.


Pagi  itu memang sudah kami rencanakan sejak berpuka puasa sore tadi, kami berempat akan mencari ikandi sungai pinggir desa kami yang masih banyak ikan kecil-kecil yang enak kami makan syukur-syukur bisa menambah laut buka puasa kami  sore  nanti.


Tahukan era jaman pak Hartoberkuasa tahun 1989an aku masih Sekolah dasar dulu bila tiba puasa ramadan maka akan ada libur nasional libur satu bulan penuh itu saya rasakan waktu sekolah dasar yang  kembelingan kami terjadi sejak hari pertama bulan ramadan dengan mengerjain sandal teman kami dan sampai nangis-nangis dan geng  ketahuan karena sandal yang kami hilangakan  tidak nyangka ada salah satu sandal dari ustad kami itulah yang  membuat kami  malu karena salah mengambil sandal untuk di kerjain.
" habis subuhan kita jadi to?" kata tole temanku.


Aku hanya mengangguk pelan karena aku tahu ibu tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk sekedar jalan-jalan pagi atau sekedar sepedaan karena habis subuhan harus di rumah dan itu harus nanti siangnya takutnya ngantuk siangnya .
"kak kita jadi bermain disungaikan?" tanyaku pada kakak nomer empat
"tetapi nanti kita harus pulang dulu supaya ibu tidak marah pada kita" bisik kakak padaku


Deal  kesempatan itu kami  lakukan juga ketika pagi setelahh subuh kami pulang dan masuk kamar ketika pagi belum beranjak saya dan kakak mengambil sesek jaring kecil dan mengganti baju kami dengan kaos dolan perlahan dan  perlahan keluar rumah kami bertiga masuk sungai kecil menyusuri sungai dengan membawa kepis ( tempat ikan milik bapak) dan kami menyusurinya dengan pelan.


Bertiga senang bukan maiin apalagi hari itu nampaknya hari keberuntungan kami dan itulah yang membuat  kami senang dan hampir lupa wakktu karenanya lamat-lamat terdengar suara adzan dan semua harus buyar karena aku dan kakak serta Tole sudah terlanjur jauh dari rumah.


"kita harus pulang nanti kita ketahuan ibu dan bapak" bisikku pada kakakku
"tenang nanti kita nunut grobag  yang lewat" kata kakak saat itu.

Benar adanya kesenangan tanpa melihat waktu dan itulah kami waktu keci tidak menghiraukan hari puasa dan badan berlepotan banyak lumpur sungai dan itulah yang membuat kami selalu dinamakan anak-anak yang mbeling adanya.


Bulan puasa yang tidak pernah kami lupakan  semau harus  menerima ketika tetangga kami lewat dan meneriaki kami supaya ikut  pulang karena sudah dicari ibu kami dan itulah walau kepis ada banyak ikan di dalamnya tetapi kesenangan itu harus di bayar mahal dengan badan kotor dan di marahi ibu  supaya tidak melakukannya lagi di lain hari .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x