Ekonomi

Pentingnya "Organizational Citizenship Behavior" dalam Organisasi

13 Januari 2018   01:14 Diperbarui: 13 Januari 2018   02:35 263 0 0
Pentingnya "Organizational Citizenship Behavior" dalam Organisasi
ocb-jpg-5a58fa47bde57516931cc5a2.jpg

Dalam suatu perusahaan terdapat berbagai sumber daya sebagai penggerak aktivitasnya, baik berupa sumber daya manusia dan sumber daya bukan manusia. Kedua sumber daya tersebut saling menunjang namun sumber daya manusia memegang peran penting dalam pencapaian tujuan perusahaan, karena manusia merupakan sumber daya yang aktif, hidup, dan selalu terlibat dalam kegiatan perusahaan. 

Dalam masa kompetitif saat ini, perusahaan- perusahaan telah menyadari bahwa hanya dengan mengembangkan sumber daya manusia, perusahaan bisa tetap tumbuh karena sisi inovasi suatu produk berada pada manusia itu sendiri. Aset kunci yang sangat penting untuk pengembangan dan pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan adalah sumber daya manusia. Untuk itu, perusahaan memerlukan partisipasi para karyawan untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi. 

Organisasi yang sukses membutuhkan karyawan yang akan melakukan lebih dari sekedar tugas formal mereka dan mau memberikan kinerja yang melibihi harapan. Diantara berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan, SDM menempati posisi strategis diantara sumber daya lainnya. Tanpa SDM, sumber daya lain yang dimiliki oleh organisasi tidak dapat dimanfaatkan apalagi untuk menjadi suatu produk. 

Organisasi yang baik, dalam perkembangannya pastilah menitik beratkan pada sumber daya manusia (human resources)guna menjalankan fungsi dengan optimal , khususnya dalam menghadapi perubahan lingkungan yang terjadi, agar perusahaan tetap bisa mempertahankan keunggulannya dan survivedi tengan- tengah persaingan kuat pada saat ini.

Kualitas sumber daya manusia di dalam perusahaan dapat dilihat tidak hanya dari seberapa banyak para karyawan mampu berkontribusi dan mampu menyelesaikan semua tugas-tugasnya dengan baik, akan tetapi dapat dilihat seberapa banyak para karyawan memiliki inisiatif tersendiri dalam menyelesaikan pekerjaan lainnya diluar dari job description.

Elemen penting yang perlu diperhatikan dalam organisasi adalah perilaku diluar aturan formal organisasi (extra-role).Perilaku perusahaan biasanya dikenal dengan extra-role dan in-role, yang mana perilaku in-roleyaitu melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas yang ada didalam job description,sedangkan perilaku extra-role adalah melakukan pekerjaan diluar job description tanpa mengharakan suatu pujian, imbalan berupa materi maupun non materi.

Organizational citizenship behavior (OCB) dapat diartikan kontribusi individu yang melebihi tuntutan peran di tempat kerja.[1] OCB sangat diperlukan karena dapat meningkatkan efektifitas organisasi, karena OCB mampu mempengaruhi aspek- aspek sosial yang ada di organisasi, seperti kerjasama tim, komunikasi dan kemampuan interpersonal lain. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja pegawai adalah OCB, karyawan yang baik (good citizens)adalah cenderung untuk menampilkan OCB di lingkungan kerjanya, sehingga organisasi akan lebih baik dengan adanya karyawan yang bertindak OCB. Dengan demikian organisasi yang memiliki OCB yang baik akan memiliki kinerja organisasi yang lebih baik dibandingkan dengan organisasi lainnya. 

Perilaku OCB dapat dilakukan dimana saja, tidak harus menunggu dalam suatu kondisi organisasi atau perusahaan yang besar. OCB dapat sederhanakan maknanya sebagai "kerjasama tim" tanpa melihat adanya keuntungan dari segi materi dan no materi setalah membantu rekan kerja. Perilaku OCB tidak hanya berdampak baik terhadap seorang karyawan akan tetapi OCB akan berdampak baik bagi perusahaan. Jika organisasi atau perusahaan memiliki perilaku OCB maka sudah dipastikan kinerja organisasi juga akan lebih baik, dibandingkan kinerja organisasi lain yang belum memiliki perilaku OCB. Harusnya untuk menciptakan kinerja organisasi yang berada di atas rata-rata, seluruh karyawan/ pekerja harus sadar dengan perilaku OCB seperti ini. 

Dalam Islam perilaku OCB lebih dekat pada istilah hablumminnas (hubungan antar manusia), OCB juga merupakan atau yang dikenal dengan helping behavioryang di dalamnya terdapat perilaku saling tolong-menolong. Dalam pandangan religiusitas juga sangat ditekankan perilaku tolong-menolong satu sama lain. Agam Islam memerintahkan setiap umatnya untuk saling tolong-menolong kepada sesama, hal ini dijelaskan di dalam Al-Quran surat Al-Maidah (5) Ayat 2 : 

" Hai orang- orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan janganlah melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-nya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan pula mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah kamu berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidi haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong- menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS.5:33)[2] 

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwasannya Islam merupakan agama yang memerintahkan kepada umatnya agar bekerja semata-mata untuk mengabdi kepada Allah SWT sehingga dengan demikian pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan maksimal, hal ini sesuai dengan perilaku extra roleatau perilaku OCB.

[1] Fawzi Rizki Pradana dan Mikhriani, "Etika Kerja Islam Pengaruhnya terhadap Organizational Citizenship Behavior Aparatur Negara (studi di Kantor Kementrian Kebumen)"Jurnal Manajemen Dakwah Vol.3 No1, 2017, hlm.36-37

[2] Kementrian Agama RI, Mushaf Al-Quran Terjemah,(Bandung : CV Insan Kamil, 2009), hlm. 106.