Mohon tunggu...
Alfonsus G. Liwun
Alfonsus G. Liwun Mohon Tunggu... Wiraswasta - Memiliki satu anak dan satu isteri

Dum spiro spero...

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Tugas Rangkap, Siapa Takut?

12 Agustus 2021   21:10 Diperbarui: 12 Agustus 2021   21:17 68 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tugas Rangkap, Siapa Takut?
Dokpri: mendamping peserta kelompok belajar (14/4/2019)

Merangkap tugas, mungkin banyak orang takut. Takut karena banyak waktu yang tersita. Takut juga karena soal gaji, karena merangkap tugas, bisa saja tidak menambah gaji. Gaji inilah yang dipikirkan kebanyakan orang ketika ditawarkan penambahan tugas.

Bagi saya menambah tugas, siapa takut? Tugas yang ditawarkan dengan tugas lain selain tugas utama, saya malahan senang? Mengapa saya senang? Ini beberapa alasan saya secara pribadi.

Pertama, memperkaya wawasan dengan bidang lain. Memperluas wawasan itu keinginan saya. Hal ini membantu saya dalam pergaulan sehari-hari. Sehingga ketika orang berbicara tentang tugas dibidang ini, saya dengan senang bisa mengikuti dan menimbrung didalamnya. Memperkaya wawasan menandakan bahwa ada dinamika dalam kehidupan. 

Ada perluasan pergaulan sekaligus mengenal banyak sahabat dan dapat mendiskusikan berbagai hal termasuk bidang-bidang yang kita suka diskusikan. Juga dengan memperluas wawasan, kita tidak kehilang waktu untuk terus belajar dan menggali hikmah dari setiap bidang baru.

Kedua, memperteguh jati diri sebagai seorang pribadi dalam menghadapi setiap situasi. Hidup kita sehari-hari, tidak seragam. Serba berbeda. Berbeda ini tidak hanya dialami sehari-dua hari. Tetapi menit demi menit dan selalu berubah dalam tempo waktu. Karena inilah, secara pribadi dipanggil untuk mendalam banyak hal. 

Tidak hanya bidang yang digeluti tetapi bidang-bidang lain selain ada kaitannya tetapi juga bidang lain yang bisa saja baru sama sekali. Dengan cara ini, jati diri manusia yang beringinan untuk memahami banyak hal, dituntut untuk memahami dan mengetahui juga bidang-bidang lain yang belum pernah dipelajari. Inilah jati diri manusia sebagai makhluk peziarah atau penjelajah (homo faber).

Tugas biasanya dari yang pernah didapat atau dipelajari. Ini merupakan dambaan setiap orang. Namun dalam proses perjalanan waktu, terkadang bekerja tidak sesuai dengan yang didapat atau dipelajari. Maka, mau tidak mau harus membanting setir untuk belajar hal-hal baru. Ini satu poin.

Tetapi karena ada sebab-sebab lain, sering ditawari tugas baru, iya...rangkap begitu. Jadi, apa salahnya jika penambah tugas dari yang belum pernah didapat atau dipelajari? Toh manusia pun adalah pribadi yang selalu ingin belajar, yang selalu digerakkan dalam dirinya untuk melihat sesuatu yang baru. Penambah tugas baru, merupakan jalan lain kita membangun jati diri kita sendiri.

Ketiga, Jiwa manusia adalah suka belajar. Belajar ialah mendapatkan sesuatu yang baru. Ingin lebih menambah wawasan lagi. Jiwa manusia semacam ini, biasa gerakan dari dalam diri dan realitas yang ada disekitarnya. Keduanya terpadu menjadi satu dan ingin supaya manusia lebih maju lagi. Karena itu, menambah tugas atau merangkap tugas tidak bertolak belakang dengan jiwa manusia yang suka belajar, pingin meluaskan cakrawala berpikir.

Ketika poin ini, terkadang ditolak oleh orang kebanyakan. Hal sepele yang muncul ialah soal gaji. Jika merangkap tugas, gajinya pun merangkap atau lebih dari yang semula. Kritik halusnya ialah belum mulai merangkap bekerja, sudah mau mendapat gaji lebih. Ini hal sederhana sekali. Hal yang sederhana ini berujung pada orang tidak mau belajar lagi. Hanya mau bekerja yang ada saja.

Padahal eksistensi kehadiran seseorang ialah mau maju. Mau supaya lebih berkembang lagi. Dan pengalaman saya membuktikan bahwa ketika merangkap tugas dan berani saya mengambilnya, jujur, saya mendapatkan lebih dari gaji yang sudah ada. Pendapatan yang diharapkan malahan lebih baik dan dapat menambah gaji bulanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan