Mohon tunggu...
ALFAREJA SANGAJI
ALFAREJA SANGAJI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Kemanusiaan adalah satu.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

77 Tahun Proklamasi Kemerdekaan dengan Segala Persoalannya

14 Agustus 2022   20:40 Diperbarui: 14 Agustus 2022   21:00 249 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: sindonews.com

Orang tidak mungkin di suruh mengerek bendera dalam keadaan lapar. 

                                               "Dandhy Laksono".

Perjalanan sebuah bangsa dalam membentuk suatu nation state tentu tidak terlepas dari bagaimana bangsa itu membentuk suatu identitasnya dalam satu persatuan untuk hidup secara bersama dalam satu cita-cita atau tujuan bersama yang dikehendakinya. 

Kini, memasuki Agustus Tahun 2022, bangsa Indonesia yang terbentuk dan terbangun dari berbagai suku bangsa yang ada di wilayah Indonesia (Nusantara) membentuk satu identitas bangsa yang besar yakni bangsa Indonesia, akan memasuki usianya Ke-77 Tahun, sebagaimana umur manusia bisa dikatakan sudah senja.

Perjuangan bangsa Indonesia sendiri dalam membentuk suatu negara bangsa tentu tidaklah mudah prosesnya, hal ini dikarenakan proses membentuknya harus terjewantahkan dengan begitu banyak pengorbanan, dedikasi, darah, air mata dan berjuta-juta nyawa rakyat Indonesia dalam melawan dan mengusir para koloni penjajah bangsa-bangsa kolonial yang kala itu bercokol, yakni Inggris, Belanda, Jepang dsb. 

Perjuangan tersebut kemudian mencapai puncaknya lewat proklamasi 17 Agustus 1945 oleh para Founding Father/Mother bangsa memberitahukan kepada dunia bahwa bangsa yang lembek di mata dunia tersebut telah membuat sejarahnya hari itu.

Tentu, sebagai generasi penerus kita patut untuk menghargai segala jasa dan dedikasi yang telah diberikan oleh para pendahulu serta menjadi satu amanah untuk bagaimana melanjutkan spirit perjuangan yang dititahkan, membawa kapal Indonesia Merdeka kepada satu kehidupan bangsa yang adil dan beradab tanpa penghisapan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa. 

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. 

                                          "Bung Karno".

Memasuki usia yang bukan dini lagi, cita-cita bernegara sebagaimana tertuang di dalam dasar Negara secara eksplisit, tentu adalah satu iktikad baik para pendiri bangsa untuk membangun negara Indonesia dengan sebaik-baiknya, dimana tidak ada lagi orang yang papa sengsara, di ringkus kemiskinan, ketidakadilan, penghisapan dan segala bentuk metamorfosanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan