Mohon tunggu...
Alex Japalatu
Alex Japalatu Mohon Tunggu... Penulis - Jurnalis

Suka kopi, musik, film dan jalan-jalan. Senang menulis tentang kebiasaan sehari-hari warga di berbagai pelosok Indonesia yang didatangi.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Menyesap Kopi, Menggali Kenangan dari Warkop Tung Tau Bangka

7 Agustus 2022   07:51 Diperbarui: 7 Agustus 2022   08:00 657
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Warkop Tung Tau di kota Pangkalpinang (Sumber: Pesona-Travel) 

Kopi menyatukan rasa dan kenangan. Demikian dua hal yang bisa didapatkan dari Warung Kopi Tung Tau di Bangka. Sebab pagi-pagi sekali pada minggu terakhir Juni 2022, teman sudah mengirim pesan WA bahwa ia akan menjemput saya.

"Kita sarapan di Warkop Tung Tau," kata dia.

 Warkop Tung Tau Toniwen berada di dalam kota. Tak jauh dari RS Kalbu Intan Medika. Sebab sahabat saya ini, dokter Hendry Tjan, orang Bangka aseli. Lahir, besar dan berkarya di sini. Yang bikin RS KIM itu.

Tung Tau kata dia sudah ada bahkan sejak orang tuanya belum lahir. Sejarah warkop ini dimulai sejak tahun 1938. Didirikan oleh seorang perantauan dari China daratan, Fung Tung Tau. Warkop ini juga menjadi kenangan terhadap masa kejayaan timah di Bangka. Sebab muasal didirikannya justru karena melihat banyak orang Belanda yang suka nongkrong. 

Mencari kesenangan. Maka kesenangan adalah bisnis. Termasuk warkop ini. Yang kini menjadi salah satu tujuan wisata "wajib" bagi para pelancong yang ke Bangka.

"Kopi susu dingin," ujar dia. Artinya, kopinya minta dicampurkan susu dan es.

"Sama roti selai pisang kacang."

Saya memesan Kopi O panas dengan roti bakar telor keju.

"Di sini kopi dan roti dibikin sendiri," kata dr.Hendry.

Kopi dan roti, sajian utama di Warkop Tung Tau (Pesona-Travel) 
Kopi dan roti, sajian utama di Warkop Tung Tau (Pesona-Travel) 

Kopi di Tung Tau adalah kopi robusta Lampung, kata staf di sana. Pantas rasanya pahit di lidah dan tidak asam. Sementara roti bakarnya masih dibuat sendiri. Saya sebenarnya ingin melihat sendiri proses pembuatannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun