Mohon tunggu...
Subhan Alba Bisyri
Subhan Alba Bisyri Mohon Tunggu... Konsultan - DOSEN

FISIP

Selanjutnya

Tutup

Politik

Koalisi Pilpres 2024

13 Juni 2022   05:13 Diperbarui: 13 Juni 2022   12:01 54 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Koalisi Pilpres 2024

Subhan Alba Bisyri
Senin 13 Juni 2022

Koalisi KIB sudah terbentuk, Golkar , PAN dan PPP, sudah mencapai lebih dari 20 % . masih ada 7 partai lagi yang belum berkoalisi, artinya bisa memungkinkan menjadi 3 atau 4 koalisi lagi , untuk mengusung, pilpres 2024, koalisi ini bisa untuk tiga pemilu, pemilu presiden,pemilu legislatif dan pemilu kepala daerah, yang semuanya dilaksanakan pada 2024.

Partai yang mencalonkan presiden atau wakil presiden, maka partai tersebut akan mendapatkan efek ekor jas atau  limpahan suara efek dari popularitas elektabilitas calonannya di pilpres. Untuk itu semua partai akan berlomba mengusung kader atau tokohnya untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden 2024.

Zaman ordebaru Golkar selalu menang karena, Suharto jadi presiden, Demokrat menang pemilu 2004 karena SBY jadi presiden,begitupula PDIP menang pemilu 2014 dan 2019 karena Jokowi terpilih menjadi presiden, termasuk, walaupun Prabowo tidak jadi presiden, karena mencalonkan menjadi calon presiden hingga dua kali ,2014 dan 2019, maka partai Gerindra pada pemilu 2019 menjadi partai pemenang pemilu kedua setelah PDIP, walaupun selisih tipis dengan Golkar.

Prabowo Ketum Gerindra pernah datang ke Gondangdia Nasdem tower pada Rabu 1 Juni 2022. Kalau terjadi koalisi , Gerindra 12,57% dan Nasdem 9,05% maka 21,62%, cukup untuk koalisi.

Diwaktu yang lain Demokrat SBY dan AHY  juga pernah datang ke sekretariat Nasdem ,tepatnya Minggu 5 Juni 2022. Bila berkoalisi, Nasdem 9,05% dan Demokrat 7,77% maka masih kurang dari 20%, hanya terkumpul 16,82%.

PKB dan PKS juga sudah saling mendekati untuk berkoalisi, walaupun masih kurang, PKB 9,69% dan PKS 8,21% .

Sekarang pertanyaannya , PDIP dan Gerindra sebagai pemenang pemilu pertama dan kedua , akan berkoalisi dengan partai mana? , Atau keduanya akan koalisi? Karena keduanya ,partai besar yang bisa membuat koalisi sendiri sendiri.

Koalisi partai dengan sesama partai nasionalis ,atau partai Islam sesama partai Islam atau campuran itu sah sah saja, apalagi setelah PPP sudah ikut KIB maka tertutup sudah ,koalisi sesama partai berbasis Islam , PKS dan PKB juga harus koalisi dengan partai nasionalis, artinya ,poros Islam tidak ada, yang ada poros nasionalis atau campuran antara nasionalis dengan Islam.

Kalau dari peta koalisi yang berkembang saat ini ,kemungkinannya 3 koalisi atau maksimal empat, namun kalau melihat peta Capresnya yang mendominasi justru dari profesional yang elektabilitasnya bagus,maka kemungkinan besarnya cuman 3 koalisi menjelang pilpres. 2024 yang akan datang. Lalu partai apa saja yang akan berkoalisi lagi setelah KIB? yang penting Capresnya harus yang pro rakyat. Siapakah yang pro rakyat itu? ( Subhan Alba Bisyri, Senin 13 Juni 2022)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan