Mohon tunggu...
Akmal Aqil Wahyu
Akmal Aqil Wahyu Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis Lepas

Merayakan bertambahnya usia

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Tips Pas Hidup Lagi Capek-capeknya

13 November 2023   23:31 Diperbarui: 13 November 2023   23:51 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://pixabay.com/id/photos/rakyat-emosi-dramatis-perempuan-1492052/

Beberapa dari kita akhir-akhir ini merasa lelah dengan berbagai masalah sosial dan isu-isu di sekitar, seperti kekerasan seksual, isu iklim, belanja online, konflik Israel-Palestina, kebebasan berbicara, sohrtcut untuk menjadi ketua partai, dan berbagai hal lain yang membuat kita overthinking dengan apa yang akan terjadi sekarang dan masa depan.

Akhirnya banyak muncul pertanyaan di kalangan anak muda mengenai tips masalah dan hidup yang sedang capek-capeknya? Setidaknya, kita perlu untuk menyadari kenapa kita begitu cepat merasa lelah dengan aktivitas dan kehidupan sehari-hari belakangan ini.

Alasan pertama adalah kita mulai kehilangan fokus dengan target atau goal kita. Kenapa itu bisa terjadi? Boleh jadi alasannya beragam. Bisa karena banyaknya informasi yang masuk di setiap harinya lewat ponsel pintar kita. Bisa juga karena kita menemukan goal atau target yang berubah karena kita mulai masuk ke fase bertumbuh.

Yang jelas, hidup itu gak berjalan lurus-lurus saja. Ada istilah kalau hidup itu ibarat roler coaster. Sehingga banyaknya distraksi dan perpindahan fase dari satu titik ke titik berikutnya adalah suatu hal yang wajar. Seperti kita yang mulai bingung mempertanyakan sesuatu atau mulai gak yakin dengan target awal yang sudah kita tentukan. Inilah yang membuat kita gak fokus dengan apa yang sedang kita jalani. Alhasil, kita hanya menjalani rutinitas tanpa memaknai apa yang kita kerjakan.

Alasan kedua adalah kita ternyata terlalu drain energy karena terlalu berlindung di balik kata passion, mood, atau perasaan. Semangat dan tidaknya kita ditentukan oleh perasaan, bukan keharusan. Sedangkan kalau bicara tentang perasaan suka atau tidak, maka realitas hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita suka dan inginkan. Terima atau tidak, life is must go. Hidup harus terus berlanjut. 

Ketika kita mengandalkan perasaan untuk keep moving on, maka mindset kita terus-terusan bergerak dalam kondisi terpaksa. Yang mana hal ini, cenderung menghasilkan performa yang tidak maksimal. Jadi bayangkan, energi kita habis, waktu berlalu, sedangkan kita masih dijajah oleh mood sendiri. Maka wajar kalau hidup akan terasa sangat melelahkan.

Alasan ketiga untuk kenapa kita sering merasa mudah lelah adalah people pleaser atau ingin membuat orang lain merasa senang. Jelas, kita gak akan mampu untuk membuat semua orang merasa senang dengan kita. Karena senang atau tidaknya orang itu semua berada di luar kendali kita.

Kita harus tahu dan memastikan siapa saja orang-orang yang penting dan memang layak untuk mendapatkan perhatian atau pengorbanan kita. Orang tua, guru, atau teman-teman terdekat. Karena dari situ kita bakal mampu untuk menempatkan skala prioritas kita, dan kepada siapa harus mengatakan ya dan tidak.

Setidaknya ada 3 tips yang bisa dilakukan saat hidup sedang berada di fase capek-capeknya.

  1. Tips yang pertama adalah re-shifting the focus. Bentuk dan atur ulang fokus kita. Caranya ialah dengan mengambil jeda, membiarkan diri kita berpikir tanpa ada intervensi dari siapapun, tanpa ada asumsi dari pihak manapun, melihat hal-hal yang telah berlalu, apa yang akan diperbaiki, dan apa yang jadi fokus kita untuk saat ini. Beranikan untuk zoom out dan zoom in diri kita sendiri serta target jangka panjang kita. 

Namun, ada yang lebih berat dari re-shifting focus. Yakni mengakui bahwa kita telah kehilangan banyak waktu dan harus melepas sesuatu yang tidak begitu penting untuk saat ini. Karena fokus itu adalah tatkala kita berani untuk menebalkan bagian mana yang  penting dalam hidup kita saat ini.

  1. HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
    Lihat Lyfe Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun