Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Hanya petani kecil di lereng gunung batu Amper - Jember, Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Menciptakan Suasana Edukatif di Tengah Keluarga

15 Mei 2021   21:41 Diperbarui: 15 Mei 2021   21:55 64 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menciptakan Suasana Edukatif di Tengah Keluarga
Ilustrasi : www.cnnindonesia.com

Keluarga merupakan rumah utama dalam persinggahan hidup didunia ini, dimana kita berasal, dan dibesarkan, menjadi hukum kausalitas yang saling berkaitan.

Setiap tahun pada tanggal 15 Mei, dirayakannya hari keluarga internasional, yang merupakan pentingnya sebuah keluarga, meski kita sudah melanglang buana dan tinggal jauh dari keluarga tercinta. Di peringatinya hari keluarga internasional ini merupakan hari perayaan yang ditetapkan pada tanggal 15 Mei setiap tahun. 

Majelis Umum PBB pada tahun 1993 memproklamasikan hari tersebut lewat resolusi A/RES/47/237 dan mempertimbangkan kepentingan hubungan komunitas internasional dengan keluarganya. Pada hari tersebut, perayaan diperingati dengan mempromosikan kesadaran pentingnya berhubungan dengan keluarga dan meningkatkan pengetahuan terhadap proses sosial, ekonomi, dan demografi terhadap keluarga. Sumber : Wikipedia 

Pada tahun 2020 dan 2021, dimana pandemi masih melanda di seluruh dunia, dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Kondisi Pandemi sejak merebaknya di Negeri Nusantara sejak awal tahun 2020, mengharuskan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, dan sangat berpengaruh pada beberapa sektor. 

Sektor ekonomi, kesehatan dan pendidikan, menjadikan situasi yang bisa di katakan "lumpuh", sehingga mengharuskan berkegiatan dirumah saja selama pandemi.

Memperingati perayaan hari keluarga international yang merupakan bentuk kesadaran akan hubungan dalam keluarga adalah sangat penting adanya.

Perlu kita sadari bahwa keluarga merupakan pelabuhan yang acapkali kita abaikan, dan menganggap hubungan keluarga adalah hubungan sebatas sosial yang terikat, padahal hal itu tidaklah demikian. Bahwasanya mempererat hubungan keluarga dengan menjaga harmonisasi dan keseimbangan yang memiliki pengaruh yang besar, terutama bagi tumbuh-kembangnya anak-anak sebagai anggota dari keluarga tersebut.

Ditengah pandemi, mungkin saja hubungan dalam keluarga lebih terjalin lagi karena ada pembatasan sosial, meski tidak bisa kita pungkiri hal tersebut berimbas pada faltor ekonomi, walaupun pemerintah sudah menganggarkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak penyebaran covid 19.

Kembali pada keluarga yang di peringati pada hari ini, dalam konstek pandemi, banyak anak didik melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. Konsep sekolah daring atau online, penulis rasa tingkat efektif dan efisiennya sangatlah kurang, berbeda jauh dengan pembelajaran secara langsung atau tatap muka yang secara langsung di bimbing oleh guru, dan hanya menyentuh pada aspek kognitif saja, lantas aspek afektif, dan psikomotoriknya, masih terkesan di abaikan, sehingga disinilah sesungguhnya peran orang tua dalam sebuah keluarga, mengharuskan mereka beraktifitas multi talent.

Orang tua sebagai panutan bagi puta atau putri mereka harus bisa dan mampu membimbing anak-anak mereka sesuai dengan bakat dan minatnya. Orang tua harus mampu menjadi guru, menjadi sahabat yabg menyenangkan, menjadi pembimbing yang menarik, serta menjadi control terhadap perubahan dan perkembangan anak itu sendiri.

Dimasa pandemi, keluarga dan orang tua juga dituntut untuk menciptakan suasana edukatif bagi anak, dengan proses bimbingan belajar dirumah saja. Apa konsep yang harus dibangun untuk menciptakan suasana edukatif ditengah-tengah keluarga?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN