Mohon tunggu...
Faisol
Faisol Mohon Tunggu... Lahir di Jember - Jawa Timur, Anak ke 2 dari enam bersaudara.

Faisol, lahir di Jember jawa- timur. Pekerjaan Menjadi kuli tinta dan berupaya menerjemahkan ayat-ayat Ilahiah dalam realitas kosmos untuk menjadi serangkaian kalimat yang bisa dipahami, dimengerti dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya. Bergerak di Yayasan Raudlotul Muhlisin dalam Bidang Sosial, Keagamaan, Dan Kemanusiaan.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Nikmatnya Sahur, Nikmatnya Kebersamaan

1 Mei 2021   11:37 Diperbarui: 1 Mei 2021   11:43 268 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nikmatnya Sahur, Nikmatnya Kebersamaan
Sumber: Abunahum.wordpress.com

Tradisi sahur di bulan ramadhan ini secara umum dilaksanakan waktu sepertiga malam, antara jam 02.00 sampai menjelang sholat subuh. namun di waktu itu ada banyak tradisi pada setiap daerah yang berbeda-beda satu sama lain, hal itu sesuai dengan kebiasaan dan tradisi yang tumbuh di masing-masing daerah, artinya bahwa ada perbedaan tradisi dan adat budaya dalam konstek menjelang sahur di bulan ramadhan.

Jika kita renungi bahwa sesungguhnya tradisi sahur, merupakan pendidikan yang sangat luar biasa dari sang maha pencipta, karena hal tersebut tidak lain adalah dalam rangka membiasakan diri untuk bangun pada jam sepertiga malam, dimana waktu yang sangat istijabah, dan jarang dilaksanakan oleh banyak orang, kecuali di bulan suci ramadhan.

Tradisi sahur di bulan suci ramadhan di kampung halaman bersama keluarga dan kawan-kawan yang sudah lama tidak bersua sungguh begitu indahnya, ditambah lagi dengan musik patrol yang menjadi tradisi untuk membangunkan masyarakat supaya mensegerakan untuk sahur, dimuali jam 02.00 malam.

Sumber Video : KompasTv

Musik patrol inilah yang menjadi salah satu musik yang memadukan antara tradisi Madura dan jawa, alat musik yang terbuat dari pohon nangka dan seruling bambu itu menghasilkan irama yang unik guna membangunkan masyakarakat untuk bersantap sahur. meski situasi pandemi covid 19, namun hal itu tetap menjadi semangat bagi anak-anak muda di Jember selatan khususnya untuk tetap melestarikan budaya yang berkembang sebagai salah satu kekayaan dari bangsa ini.

"Nikmat yang manakah yang hendak kalian dustakan"  'Fabiayyi ala irobbikuma Tukadziban", sepenggal dari Firman Allah SWT dalam al Qur'an surat Arrahman, menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan berupa kesehatan, kecukupan rizki, serta nikmatnya berkumpul dengan sanak keluarga di bulan suci ramadhan itu sungguh adalah nikmat yang tidak mampu kita bahasakan.

Dalam konstek saat ini, Mohon maaf jika tulisan yang berjudul "Nikmatnya Sahur, Nikmatnya Kebersamaan", Hal itu tidak dalam kapasitas menyinggung perasaan dari saudara-saudara sebangsa dan seiman yang masih jauh di perantauan dan masih belum diperbolehkan untuk mudik kembali karena masih diperkirakan adanya pandemi covid 19. Jujur saja kami juga merasakan kesedihan dari saudara-saudari yang masih dalam perantauan dan masih belum bisa berkumpul dengan sanak keluarga yang berjauahan, karena masih ada larangan mudik untuk melaksanakan hari raya bersama.

Nikmatnya sahur bersama keluarga tercinta, tidak bisa kita pungkiri memang menjadi keinginan setiap ummat muslim, namun terkadang karena aspek perekonomian yang mengharuskan salah satu dari keluarga kita harus merantau untuk mencari nafkah, sehingga tidak bisa berkumpul dengan keluarga meski hanya sekedar untuk bersantap sahur. Untuk yang masih di rantau, jangan terlalu bersedih berada di rantau, doa keluarga tercinta akan selalu hadir setiap saat untuk menemani.

Indahnya sahur bersama, duduk dalam satu meja, membaca niat untuk berpuasa, doa hendak makan dan sesudah makan, dan terakhir di tutup dengan bacaan hamdalah bersama-sama, lalu kemudian beranjak pada aktivitas masing-masing. Semoga kita semua, baik pembaca yang budiman, masih dipertemukan kembali di bulan suci ramadhan tahun depan. amin

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x