Mohon tunggu...
Rahmad Agus Koto
Rahmad Agus Koto Mohon Tunggu... Microbial cellulose expertise

Aku? Aku gak mau bilang aku bukan siapa siapa. Terlalu klise. Tidak besar, tapi aku punya pengaruh. Memberikan pengaruh kepada komunitas sosial dimanapun aku berada.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Nasionalisme Ala Ahmad "Negeri 5 Menara" Fuadi @Kompasianival 2013 #2

30 November 2013   13:56 Diperbarui: 24 Juni 2015   04:29 0 2 3 Mohon Tunggu...

Ahmad Fuadi, sosok yang populer melalui karya novel triloginya yang fenomenal, "Negeri 5 Menara", adalah salah satu pengisi acara talkshow Kompasianival 2013, 23 November 2013 yang lalu. Beliau didampingi oleh Mirna Yulistianti, editor novel  "Negeri 5 Menara" . Kompasianer Dzulfikar, pembawa acara tersebut cukup berhasil memancing Ahmad untuk membeberkan rahasia kesuksesannya, dan meminta Mirna untuk memberikan tips dalam menerbitkan sebuah karya tulis. Ada satu hal yang sangat menarik yang saya peroleh dari bincang-bincang dengan Ahmad Fuadi, yaitu saat beliau menceritakan mengapa beliau memutuskan untuk tinggal di Indonesia. Padahal menurutnya ketika beliau bersama istrinya, Yayi, tinggal di Washington DC Amerika Serikat, mereka sudah merasa nyaman dengan fasilitas-fasilitas yang ada di sana. Keputusan tersebut terinspirasi oleh istrinya yang mengatakan bahwa Ahmad akan jauh lebih bermanfaat bagi orang lain jika ia tinggal di Indonesia. Secara singkat, Ahmad rela meninggalkan kenyamanannya untuk dapat memberikan kemanfaatan yang lebih banyak bagi Indonesia. Hal ini mengingatkan saya pada pemikiran Pepih Nugraha yang dituangkannya dalam buku “Ibu Pertiwi Memanggilmu Pulang. Semoga sifat nasionalisme ala Ahmad Fuadi dan Pepih Nugraha ini, bisa menginspirasi anak-anak bangsa beprestasi yang tinggal di luar Indonesia, untuk berperan aktif memberikan sesuatu bagi kemajuan dan perkembangan bangsa kita tercinta, Indonesia.

[-Rahmad Agus Koto-]

Artikel Terkait Pepih Nugraha Membuatku Malu Sendiri Terkait Nasionalisme “Hutan Mini Bergantung” dan Gedung “Susunan Balok” @Kompasianival 2013 #1 Yang Kuperoleh dari Kompasianival 2013, Sebuah Pengantar