Mohon tunggu...
Aji NajiullahThaib
Aji NajiullahThaib Mohon Tunggu... Pekerja Seni

Hanya seorang kakek yang hobi menulis

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Cara PDIP Mendongkrak Elektabilitas Ganjar

24 Mei 2021   15:23 Diperbarui: 24 Mei 2021   15:32 551 15 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara PDIP Mendongkrak Elektabilitas Ganjar
Foto: Kompas.com

Untuk kembali memenangkan Pilpres dan Pileg 2024, PDIP 'cek ombak' tingkat keterpilihan Ganjar. Cara ini dianggap ampuh karena sudah terbukti saat Pilpres 2014. Dimana saat itu seolah-olah Taufik Kiemas meragukan kapasitas Jokowi sebagai Capres PDIP.

Karena Jokowi tidak dianggap tidak didukung PDIP sepenuh hati, diluar dugaan Jokowi malah semakin banyak meraih simpati. PDIP Belajar banyak dari kasus SBY yang didepak Megawati dari kabinet, saat itu SBY merasa sangat terzolimi. Diam-diam SBY mencalonkan diri sebagai Presiden, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Di Pilpres 2004, untuk pertama kalinya Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat. Ditakdirkan SBY-Jusuf Kalla berhadapan dengan Megawati yang berpasangan dengan Prabowo Subianto. Diluar dugaan, SBY-Jusuf Kalla memenangkan Pilpres 2004, atas dasar dukungan dan simpati masyarakat.

Ternyata orang-orang yang terzalimi itu cenderung mendapat simpati masyarakat. Begitu juga yang dialami Jokowi, semakin besar penolakan terhadap kehadirannya di PDIP, maka semakin besar pula dukungan masyarakat terhadap Jokowi.

Berdasarkan hasil survey saat ini, Ganjar masih berada dibawah peringkat Prabowo Subianto dan Anies Baswedan elektabilitasnya. Melihat kenyataan itu PDIP perlu melakukan Cek Ombak, untuk mengetahui sebesar apakah dukungan terhadap Ganjar Prabowo.

Upaya PDIP ini agaknya akan berhasil mendongkrak elektabilitas Ganjar, karena sentimen negatif terhadap Puan Maharani begitu besar, sebaliknya dukungan secara positif pada Ganjar semakin meningkat. Yang tadinya tidak begitu diketahui siapa pendukung Ganjar, sekarang akhirnya bisa diketahui.

Pada kenyataannya hampir semua pendukung Jokowi adalah juga pendukung Ganjar, dan sangat berharap kalau PDIP mendukung Ganjar sebagai Capres. Inilah hikmah dari konflik yang diciptakan PDIP, atas tidak diundangnya Ganjar pada pertemuan petinggi PDIP di Semarang, Jawa Tengah.

Sehingga ada kesan Ganjar dizalimi oleh PDIP dibawah komando Puan Maharani. Terlebih lagi sebelumnya Puan sempat menyindir Ganjar, dengan sebuah pernyataan yang cukup nylekit, "seorang pemimpin seharusnya ada di tengah masyarakat, bukan di media sosial." Begitulah kira-kira pernyataan yang dianggap menyindir Ganjar, namun tidak terlalu dihiraukan Ganjar.

Kalaulah benar PDIP hanya sedang melakukan Cek ombak untuk mengetahui elektabilitas Ganjar, maka upaya PDIP tersebut terbilang cukup berhasil. Terbukti saat ini linimasa media sosial dan media online dipenuhi dengan polemik seputar masalah Puan vs Ganjar.

Tapi ada juga yang beranggapan kalau Puan memanfaatkkan Ganjar untuk menaikkan elektabilitasnya, bahkan dianggap Panjat Sosial. Seakan-akan dengan nyantel pada masalah Ganjar, maka Puan pun menjadi pembicaraan publik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN