Mohon tunggu...
Aji Prasanto
Aji Prasanto Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

𝐈 𝐊𝐧𝐨𝐰 𝐍𝐨𝐭𝐑𝐒𝐧𝐠

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dualisme dalam Realitas Kehidupan Manusia

5 Maret 2023   00:33 Diperbarui: 5 Maret 2023   01:04 206
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pexels.com/ Mitzi Mohana

Pernahkah kita berpikir atau mempertanyakan tentang, suatu yang dikatakan "baik" berarti tidak ada keburukan di dalamnya, atau sesuatu yang dikatakan "buruk" sudah pasti tidak ada kebaikan di dalamnya. Kemudian, sesuatu dikatakan "benar" apakah sudah pasti tidak ada kesalahan di dalamnya, atau sesuatu yang dikatakan "salah" sudah pasti tidak ada kebenaran di dalamnya.

Lebih dari itu, kebahagiaan dan kesengsaraan di dalam kehidupan umat manusia menjadi suatu momok yang menyeramkan. Kebahagian selalu di eluh-eluhkan kedatangannya, atau selalu senantiasa diharapkan agar tidak lekas menghilang kehadirannya.Β 

Sedangkan, kesengsaraan menjadi suatu yang sudah barang pasti bukanlah keinginan dari setiap orang, kesengsaraan adalah hal yang sangat, amat sangat, harus, apapun caranya agar tidak datang ke dalam kehidupan kita.

Tentunya hal ini menjadi suatu yang menyakitkan, bila mana kita terjerumus dalam kebutaan pandangan, atas dua hal yang senantiasa diharapkan kehadirannya dan tidak diharapkan kehadirannya. Menjadi suatu hal yang menakutkan dan kita akan menghadapi suatu keterbatasan, menjadikan penghalang dalam langkah-langkah menjalani kehidupan.

Coba bayangkan, misalnya saat kita dihadapkan dalam sebuah pertigaan jalan yang kita tidak ketahui sisi mana yang mengantarkan pada tujuan kita, dari kedua cabang jalan tersebut mengandung rahasia akan baik dan buruk. Kita tak tau sisi mana yang menghantarkan pada tujuan kita, jika kita pilih salah satu mungkin kita tersesat dan harus putar balik, atau memilih salah satunya dengan keadaan jalan yang gelap dan memasuki kesunyian hutan yang menyeramkan. Bisa jadi malah kita kembali, tak melanjutkan perjalanan tersebut.

Kita dihadapkan dalam dua sisi kehidupan yang berlawanan, entah; baik atau buruk, benar atau salah, panas atau dingin, gelap dan terang, bahagia dan sengsara, dan masih banyak lagi.Β 

Kedua dari sisi tersebut membentuk suatu realitas yang senantiasa harus kita hadapi, dan terkadang kita mengutuk salah satu sisinya, serta sangat mengidam-idamkan sekali salah satu sisinya.

Deskripsi diatas, mengantarkan kita pada suatu istilah yaitu "Dualisme". Dapat dijelaskan dualisme ini merupakan suatu prinsip atau apapun yang berbeda dan saling bertentangan, dualisme merupakan suatu sistem atau teori yang berdasar pada dua prinsip dengan menyatakan bahwa setiap apapun di dunia ini memiliki dua substansi.

Secara singkat dijelaskan, gagasan tentang dualisme dapat ditelusuri sejak zaman Plato dan Aristoteles. Kedua filsuf tersebut memiliki pandangan berhubungan dengan eksistensi jiwa, yang terkait dengan kecerdasan dan kebijakan.Β 

Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa "kecerdasan" seseorang merupakan bagian dari pikiran atau jiwa yang tidak bisa diidentifikasi atau dijelaskan dengan fisik.Β 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun