Mohon tunggu...
Wisata

Cerita di Balik Setu Cikaret

3 April 2017   09:36 Diperbarui: 3 April 2017   09:58 4298 0 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerita di Balik Setu Cikaret
Setu Cikaret yang ada di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor yang menjadi salah satu tempat wisata.

Cibinong (27/3/17) - Berwisata sudah menjadi hal yang ditunggu-tunggu setiap akhir pekan bagi warga di kota-kota besar seperti Jakarta. Setelah seminggu disibukkan dengan aktifitas yang menyita waktu, pikiran dan tenaga. Libur akhir pekan biasa dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk berwisata atau sekedar berjalan-jalan keluar kota.

Cibinong adalah salah satu daerah di Kabupaten Bogor bagian utara yang berbatasan langsung dengan Depok. Cibinong merupakan tempat yang cukup banyak menyuguhkan tempat wisata. Mulai dari wisata alam, belanja, hingga kuliner. Di Cibinong juga terkenal dengan berbagai Setu. Salah satunya yang menarik perhatian yakni Setu Cikaret. Mengapa Setu ini dapat dikatakan menarik perhatian?, karena seperti yang sudah banyak dilansir oleh berbagai artikel, Setu ini terkenal dengan Setu yang memiliki cerita lain dan dapat dikatakan Setu yang angker.

Abah Tabroni selaku Juru Kunci Setu Cikaret menuturkan bahwa, awal mula dibuatnya Setu ini yakni dibuat pada zaman Belanda, dibuat oleh masyarakat dengan sistem kerja paksa yang dibuat oleh para penjajah Belanda. Setu ini dapat dikatakan sebagai Setu terbesar Se-Jawa Barat, dengan luas Setu yakni 29 hektar. Menanggapi pendapat masyarakat yang beranggapan bahwa Setu Cikaret adalah setu yang angker. Abah Tabroni sendiri meluruskan semua anggapan tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa percaya atau tidak. Dunia lain itu memang ada selain dunia manusia. Setiap rumah pasti ada penghuninya, begitupun Setu Cikaret ini. Setu ini sendiri dijaga oleh 12 penghuni (makhluk tak kasat mata) salah satunya dan dituakan adalah Mbah Muhidin. Kekuasaan 12 penghuni ini mulai dari Bogor sampai dengan Jatinegara. Kakek 86 tahun ini juga menuturkan bahwa beliau dapat berkomunikasi dengan 12 penghuni yang ada di Setu Cikaret ini. Beliau masih menggunakan adat leluhur yang diturunkan kepadanya untuk menghormati para penghuni tersebut. Meski menurut para Kyai itu adalah perbuatan musyrik. Tetapi Abah Tabroni memiliki pendapat tersendiri mengenai hal tersebut. Adat yang dimaksud oleh Abah Tabroni yakni dengan mengirimkan doa-doa dari Al-Qur'an seperti surat Al-Fathihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi, dan Surat Yasin kepada penghuni Setu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal lain yang dilakukan oleh Abah Tabroni untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan adalah dengan memberikan sesajen dan bunga 7 rupa yang ditujukan untuk para penghuni Setu.

Susana di Setu Cikaret
Susana di Setu Cikaret
Abah Tabroni juga menceritakan kejadian di Setu Cikaret yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dua tahun yang lalu ada 5 orang korban tewas di Setu Cikaret ini. Dua orang tewas disebabkan oleh perahu yang dinaiki kelebihan muatan, daya tampung perahu hanya dapat menampung 6 orang, tetapi dinaiki oleh 9 orang penumpang.  Ditambah dua penumpang tersebut tidak mengenakan pelampung. Kemudian korban tewas lain di Setu Cikaret ini terjadi ketika cuaca yang tidak memungkinkan (petir) untuk memancing , dua orang tersebut memaksa untuk memancing dengan posisi keduanya sambil memainkan handphone, alhasil kedua orang tersebut tersambar petir. Selanjutnya satu orang tewas dikarenakan korban memiliki riwayat penyakit ayan, saat korban hendak menyebrangi Setu dengan menggunakan perahu getek (perahu kayu) penyakitnya tiba-tiba kambuh ditengah Setu yang menyebabkan korban terjatuh dari getek (perahu kayu) dan tenggelam.

Kejadian-kejadian di atas tidak ada kaitannya dengan cerita bahwa Setu Cikaret ini meminta tumbal, melainkan kejadian tersebut terjadi karena kelalaian korban itu sendiri. Terlepas dari kejadian di atas Setu Cikaret sendiri masih banyak dikunjungi oleh para pengunjung. Mulai dari para mahasiswa dan anak sekolah yang ingin mengetahui sejarah Setu Cikaret ini. Selain itu biasanya Setu ini juga dijadikan tempat latihan oleh para tentara/abri yang datang dari Jakarta, Bandung dan warga Kabupaten Bogor itu sendiri. Meskipun terdapat cerita mistis, Setu ini masih banyak pengunjung yang datang untuk melihat keindahan Setu yang luas dan asri ini.

Dengan adanya Setu Cikaret ini memberikan peluang rezeki untuk masyarakat sekitar dengan membuka warung-warung. Selain itu Setu ini bermanfaat untuk mengaliri air ke Desa Harapan Jaya, Desa Cilodong sampai ke Depok untuk keperluan persawahan. Harapan dari Abah Tabroni selaku juru kunci Setu Cikaret yakni siapapun yang berkunjung ke Setu harus mengikuti aturan yang sudah ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x