Mohon tunggu...
Airin Rachmi Diany
Airin Rachmi Diany Mohon Tunggu...

Airin Rachmi Diany SH., MH. (Ibu dari dua orang anak) TWITTER\r\nhttp://twitter.com/airinrachmi

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

Menikmati Soto Betawi

29 Januari 2011   11:31 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:04 673 0 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menikmati Soto Betawi
1296300497611837427

[caption id="attachment_87917" align="alignleft" width="150" caption="soto betawi"][/caption] Mendengar kata ‘Soto Betawi’ pikiran saya melayang ke semangkok makanan lezat bersantan, lengkap dengan potongan daging, tomat, daun prei, bawang goreng, dan serpihan emping yang berenang – renang di dalamnya. Saya termasuk penggemar makanan satu ini. Terutama saat – saat mendung berhujan dimana kita sering mencari makanan yang hangat – hangat. Salah satu versi soto betawi yang pernah saya coba ada di bilangan Pondok Pinang. Saat beraktivitas di daerah Ciputat Tangsel, saya pernah menyempatkan diri berbelok sebentar dan mampir kesana. Warungnya tidak besar. Tapi suasananya hangat. Warung tersebut sebenarnya adalah bagian depan dari rumah satu keluarga yang sepertinya sudah turun temurun berjualan soto. Di tempat ini, soto betawi hadir dengan kapasitas maksimal. Porsinya besar, demikian juga dengan potongan dagingnya. Kuahnya agak merah dan diramaikan dengan limpahan potongan tomat yang sangat banyak. Sepertinya setiap  porsi soto dihujani dengan dengan satu buah tomat merah besar  yang dipotong – potong sebagai penyegar. Setiap kali makan disana, saya tidak dapat menghabiskan bagian saya sendirian. Makan soto betawi  Pondok Pinang memang enaknya dilakukan bersama dengan beberapa kawan. Menciduk soto dari mangkoknya adalah bagian yang paling mengasyikkan. Karena kita tidak pernah kecewa dengan potongan daging, tomat, ataupun emping yang ada didalamnya. Benar – benar memuaskan selera. Soto Betawi ternyata punya beberapa versi. Selain versi kuah merah cokelat seperti Pondok Pinang, ada juga soto betawi versi putih susu. Ya, yang satu ini memang benar – benar menggunakan susu. Misalnya Soto Betawi H. Ma’ruf yang mangkal sejak puluhan tahun lalu di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini. Soto yang satu ini agak klasik. Karena rasanya memang benar – benar pekat dengan santan yang dicampur susu murni. Makan soto betawi H. Ma’ruf kurang lengkap rasanya tanpa sate sapi. Sate ini khas sekali. Selain karena diolah dari daging sapi, teksturnya lembut, dan berbumbu pedas. Lazimnya, soto betawi sebenarnya sudah cukup memuaskan untuk dimakan solo alias berdiri sendiri. Tapi godaan sate sapi di tempat ini begitu besar sehingga kami, saya dan keluarga, seringkali makan soto sekaligus satenya secara bersamaan. Menulis tentang soto betawi, pikiran saya melayang ke soto betawi lainnya seperti di Manggarai, Depok, dan tempat lainnya. Membuat saya penasaran, ada berapa banyak versi dari Soto Betawi di seantero Jakarta ini? Airin Rachmi Diany

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x