Mohon tunggu...
Aidatus Saadah
Aidatus Saadah Mohon Tunggu... Musisi - Mahasiswa IAIN JEMBER

Kembangkan sikap untuk selalu menjadi lebih baik. Membuat perbedaan yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan perbedaan yang besar dalam hasil yang diperoleh. Keep Spirit!!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Konsep Terjemahan Al Quran

21 Oktober 2021   23:05 Diperbarui: 21 Oktober 2021   23:53 259 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Al-Quran merupakan  kalam Allahi yang berbahasa Arab yang mulia di turunkan kepada Rasulullah dalam bahasa Arab, jelas dan keras. Fenomena tersebut menjadi sangat penting dalam memenuhi persyaratan sosial ketenaran, kesempurnaan pesan Agama Islam. Sejak itu, bahasa Arab telah menjadi bagian dari integral dari keberadaan Islam dan prinsip komunikasi untuk menyampaikan imbauan dakwah.


Penggunaan bahsa Arab sebagai bahasa dari Al-Quran menjadi sebuah masalah bagi umat yang berbahasa non-Arab, sehingga sulit untuk memahami isi dan kandungan yang terkandung didalamnya, padahal Al-Quran yang merupakan mukjizat terbesar bagi umat Islam harus benar-benar bisa di ambil hikmah serta mukjizatnya. 

Oleh karena itu, penerjemah hadir untuk menghilangkan masalah tersebut. Seorang penerjemah harus memiliki syarat yang memenuhi untuk dapat menjadi seorang penerjemah yang bisa menanggung jawabkan keshohihan terjamahannya. Disamping itu, seorang penerjemah juga harus memiliki ilmu tentang bahasa Arab yang baik dan menggunakan metode serta konsep yang digunakan.

Metode dan konsep dari penerjemahan Al-Quran setiap ulama atau tokoh mufassir memiliki metode yang berbeda, dan bahkan tidak menutup kemungkinan setiap mufassir memakai lebih dari satu konsep dan metode penerjemahan. Secara garis besar, menurut Menurut Az-Zarqoni terdapat dua metode yang bisa dipraktikkan dalam menerjemahkan Al-Quran. 

Yakni pertama, Terjemah Harfiyah yang disebut juga dengan terjemah Lafdziah atau Musawiyah, yaitu pengalihan bahasa sesuai dengan urutan tatanan dalam kata bahasa asal yang menjadi bahasa sumber dengan tata cara penerjemahan yang tidak dirbah dengan sekedar mencari persamaan padanan kata, pada terjemah ini penerjemah tidak memperhatikan tatanan dan tata caranya. 

Kedua, Terjemah hal ini menekankan serta mengutamakan isi yang terdapat dalam bahasa asli yang diterjemahkan oleh penerjemah. Terjemahan ini juga tidak terikat oleh komposisi, struktur dan gaya bahasa. Terjemahan tafsiriyah atu maknawiyah ini bisa disebut dengan terjemahan bebas.

Nama : Aidatus Sa'adah

NIM : T20191089

Kelas : PAI A2

Matkul : Pembelajaran Terjemah Al-Qur'an

Dosen Pengampu : Bahrul Munib, SH.I., M.Pd.I

Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan