Mohon tunggu...
Ahmad Wicaksono
Ahmad Wicaksono Mohon Tunggu... Peduli NKRI

Diawali dengan bismilah...

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Seberapa Besarkah Pengaruh Relasi Andika Perkasa dengan AM Hendropriyono untuk Menjadi Calon Presiden atau Panglima?

22 September 2020   12:12 Diperbarui: 22 September 2020   12:22 42 1 0 Mohon Tunggu...

Presiden dan Panglima adalah posisi paling strategis di tanah air, dan jika ditempati oleh orang yang tidak tepat dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain pendidikan dan jabatan , karakter seorang calon Presiden dan Panglima juga sering dilihat oleh banyak pihak. Andika Perkasa belakangan ini sering disorot kalangan publik karena dianggap mengincar dua posisi ini, namun kariernya yang selalu lancar tidak lepas dari dugaan nepotisme. Pada tahun 2018, menantu dari orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dilantik menempati salah satu posisi penting di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada akhirnya, Andika dipilih menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Mulyono. ia merupakan menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono. Andika terlihat seperti disiapkan sejak lama untuk menduduki posisi tersebut dan pengangkatannya mengesankan Jokowi tersandera lantaran terlalu memberikan kepercayaan pada orang terdekatnya seperti AM Hendropriyono. Pengangkatan ini juga berpotensi memecah soliditas di TNI karena proses kompetisi internal antara anggota seakan hilang. Walaupun Andika tidak memiliki catatan buruk dalam rekam jejak dinas kemiliterannya, Andika pernah memiliki jejak abu-abu terlibat dalam pembunuhan tokoh dan aktivis HAM Papua Theys Eulay. Selain itu, sang mertua AM Hendropriyono adalah mantan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia yang menjadi partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019, dan juga kerap mendapat komentar negatif karena pelanggaran HAM di masa lalu. Selama ada dugaan  nepotisme terhadap Andika, masyarakat Indonesia tidak akan pernah setuju terhadap kepemimpinan yang tidak transparan.

Masyarakat Indonesia juga perlu melihat apakah seorang Andika Perkasa benar-benar memiliki karakter pemimpin yang diperlukan bangsa kita. Made Supriatna, ilmuan politik dari Cornell University, menemukan bahwa Andika tidak terlalu banyak memiliki pengalaman operasi militer tempur, seperti memimpin pasukan, memimpin wilayah komando teritorial, dan menjadi pasukan penjaga perdamaian PBB. Melihat fakta ini, dapat disimpulkan bahwa pengangkatannya Andika menjadi KSAD diduga ada kejanggalan karena pengalaman memimpin di posisi yang rendah saja tidak dimilikinya. Jika benar demikian, Andika tidak seharusnya dipilih menjadi calon Panglima karena seorang Panglima membutuhkan pengalaman kepemimpinan di lapangan yang cukup banyak untuk memimpin tiga matra TNI dengan situasi regional yang selalu berubah-ubah. Selain itu, masyarakat Indonesia juga perlu memperhatikan kebenaran adanya bantuan yang selama ini ia dapat di belakang layar. Aris Santoso juga menilai pengaruh AM Hendropriyono pada Jokowi sangat kuat karena koneksinya dengan orang-orang militer cukup penting bagi Jokowi, dan sebagai timbal balik Hendropriyono mendapat dukungan Jokowi untuk membantu Andika menjadi pimpinan tertinggi TNI. Sebaiknya presiden tidak bisa dengan kewenangannya menaikkan karier seseorang di TNI karena ada mekanisme untuk menentukan kenaikan pangkat dan jabatan bagi personelnya. Masyarakat Indonesia membutuhkan pemimpin memiliki intergritas kuat untuk bisa terus maju, sehingga pemimpin seperti ini harus berakhlak dan jujur kepada rakyatnya. Prinsip-prinsip seperti ini belum semuanya dimiliki oleh seorang Andika Perkasa karena pengalaman kepemimipinan yang terbatas bukanlah calon yang pantas untuk menjadi Panglima apalagi menjadi Presiden.

Andika juga harus menyadari bahwa aturan hukum di Indonesia dan tindakan jejaring di belakang layar untuk melancarkan kariernya akan selalu mengundang kontroversi publik karena ia dapat dianggap sebagai anak titipan. Berdasarkan pasal 13 ayat 2 dan 10 dalam UU RI No 34 Tahun 2004 tentang tentara nasional Indonesia, menjelaskan bahwa panglima dapat diangkat dan diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat persetujuan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat, dan tata cara pengangkatan serta pemberhentian Panglima juga diatur lebih lanjut dengan keputusan Presiden. UU ini memang tidak menyebutkan secara khusus syarat-syarat seorang anggota TNI untuk menjadi panglima, tetapi pihak tertentu dapat mengusulkan langsung calon panglima ke Presiden karena kedekatan dengan Presiden dan 'bermain' berdasarkan kedua ayat di atas. Selain itu, pasal 5 ayat i dalam UU RI No 42 Tahun 2008 tentang persyaratan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden menyebutkan bahwa seorang calon tidak pernah melakukan perbuatan tercela apapun. Selama menjadi KSAD, Andika pernah bekerja sama dengan BIN dan beberapa instansi lainnya untuk mempercepat Izin edar BPOM untuk temuan obat Covid-19 yang belum jelas efek sampingnya. Selain itu, Andika juga diduga memanfaatkan kedekatan mertua AM Hendropriyono dengan Jokowi yang juga memiliki rekam jejak pelanggaran HAM karena kasus pembunuhan Munir dan pembantaian kelompok Warsidi di Lampung. Keterlibatan Andika dengan hal-hal tercela seperti ini bukanlah kriteria seorang calon Panglima atau Presiden yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia. Jika memang benar ingin mencalonkan diri untuk posisi Panglima atau Presiden, bukankah sebaiknya Andika Perkasa mengklarifikasi dugaan-dugaan diatas. Sehingga, masyarakat Indonesia sendiri yang nantinya akan menilai apakah Andika pantas menempati jabatan-jabatan tersebut?

VIDEO PILIHAN