Mohon tunggu...
Ahmad Apriya
Ahmad Apriya Mohon Tunggu... Bacalah

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Komunitas Mahasiswa Nanggulan Dorong Budaya Literasi Sejak Dini

21 Mei 2019   00:18 Diperbarui: 21 Mei 2019   00:45 0 0 0 Mohon Tunggu...
Komunitas Mahasiswa Nanggulan Dorong Budaya Literasi Sejak Dini
dokumentasi-komunitas-mahasiswa-nanggulan-5ce2e78195760e6c940ae832.jpg

Nanggulan- Literasi yaitu kemampuan membaca dan menulis. Budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berfikir yang diikuti oleh sebuah proses membaca dan menulis hingga pada akhirnya apa yang dilakukan dalam kegiatan tersebut akan menciptakan karya. Masih rendahnya minat baca menjadi momok yang tak berujung apalagi di era millenal serakang sudah beriringan dengan berkembangnya teknologi secara pesat dan hanya menjadikan anak-anak berfikir seraca instan.

Menurut data UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) misalnya, pernah merintis data yang menunjukkan bahwa indeks minat baca di indonesia hanya 0,001. Itu artinya dari seribu orang hanya ada satu yang memiliki minat baca. Ada juga data yang mengungkapkan bahwa tercatat dari 61 negara indonesia menempati peringkat 60 untuk urusan minat baca. Artinya bahwa minat baca masyarakat indonesia masih terpuruk jauh dari negara yang lain.

Menyadari akan masih rendahnya minat baca dan tingkat literasi masyarakat khususnya anak-anak, Komunitas Mahasiswa Nanggulan dalam hal ini mengambil peran untuk mencoba mengembangkan budaya literasi sejak dini. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap membaca dan menulis. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Komunitas Mahasiswa Nanggulan pada hari Minggu (28/04/19) di Rumah Baca Tazkia, Kemiri, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, YK.

Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari membuat pop art, menulis cerita, membacakan tulisan ceritanya, game outbond hingga makan bersama. "Agenda tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengembangkan budaya literasi melalui media kreatif serta mengajak anak-anak agar gemar membaca dan menulis karna tidak bisa kita pungkiri bahwasanya anak-anak millenial dan usia dini mulai meninggalkan buku atau literatur sebagai media pembelajaran, mereka terlalu akrab dengan teknologi smartphone yang pada kenyataannya hanya menjadikan anak kecanduan game dan sejenisnya. Hal ini menjadikan anak mempunyai rasa engan atau malas membaca buku. Menurut kami kebiasaan ini harus diimbangi dan dirubah dengan selalu membaca karena membaca adalah melawan, melawan dalam hal ini adalah melawan kebodohan dan sifat malas," ujar koordinator komunitas mahasiswa nanggulan Ahmad Apriya.

Pemilik rumah baca tazia sangat terbuka dan mengapresiasi adanya kegiatan yang komunitas lakukan karena dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah kegiatan positif khususnya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. "Dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa nanggulan dapat kembali menghidupkan suasana keramaian dirumah baca yang sedang saya rintis dan ini sejalan dengan misi yang saya bangun yaitu mengembangkan minat baca anak-anak didaerah saya khususnya," ujar perintis rumah baca tazkia, ibu Rini Dwiastuti. 

Kegiatan dilakukan melalui media kreatif seperti halnya pop art. Pop art adalah buku atau lipatan kertas 3 dimensi yang timbul saat buku dibuka. Pop art yang digunakan berupa gambar hewan timbul dan kemudian membuat cerita fabel yang menarik serta imajinatif sesuai dengan pop art yang ada. Melalui media kreatif seperti pop art diharapkan dapat mengembangkan atau meningkatkan daya imajinasi dan karya tulis anak, kemudian dengan adanya cerita yang menarik anak akan senang dan suka membaca, penasaran dengan buku-buku cerita yang akan mereka temui dan meningkatkan minat baca atau literasi anak.

Komunitas Mahasiswa Nanggulan berharap agar kegiatan-kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan berkembangkan secara masif, karena masyarakat juga sangat mendukung adanya kegiatan positif seperti halnya yang dilakukan oleh komunitas dalam rangka bakti sosial dan ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa. MEMBACA ADALAH MELAWAN.