Mohon tunggu...
Ahmad Faizal Abidin
Ahmad Faizal Abidin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa dan Guru PAUD

Saya adalah penulis yang senang menciptakan kisah-kisah warna-warni dengan kata-kata, sambil mengeksplorasi dunia animasi yang penuh imajinasi sebagai pecinta donghua. Dalam tulisan, saya merasa seperti seniman abstrak, menyalurkan perasaan dan emosi melalui setiap sapuan pena. Ketika menyelami dunia donghua, saya seperti penikmat lukisan animasi yang hidup, menikmati keindahan setiap adegan dan gerakan karakter. Bagi saya, keindahan dalam kata-kata dan pesona donghua saling melengkapi, menciptakan pengalaman yang memikat dan menginspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Melangkah ke Masa Depan: Melebur Stereotip dalam Peran Gender

7 Desember 2023   09:35 Diperbarui: 7 Desember 2023   10:29 219
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendahuluan

Zaman terus berubah, namun ada beberapa pemikiran lama yang sulit dilepaskan, terutama ketika kita berbicara tentang peran laki-laki dan perempuan. Dalam esai ini, kita akan menjelajahi hal menarik seputar "kesetaraan gender" sebuah konsep yang mungkin sudah tidak asing lagi, tapi masih perlu dicari tahu lebih dalam.

Banyak dari kita mungkin masih meyakini bahwa laki-laki harus jadi tulang punggung keluarga sementara perempuan hanya urus rumah tangga. Sebagai teman ngobrol kita hari ini, mari kita coba kupas satu per satu, tanpa bahasa rumit, dan melihat apa yang bisa kita lakukan agar semuanya lebih adil dan menyenangkan. Siapkan kopi atau teh, dan mari kita mulai membongkar mitos-mitos tentang bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan menjalani hidup.

A. Laki-Laki dan Tuntutan Nafkah: Menggali Makna Kebebasan

Pinterest.com/wattpad 
Pinterest.com/wattpad 
1. Meninjau Kembali Pemahaman bahwa Laki-Laki Wajib Bekerja dan Mencari Nafkah

Pernahkah kita berpikir, mengapa kadang-kadang kita menganggap bahwa laki-laki harus selalu bekerja dan mencari nafkah? Nah, mari kita obrol sebentar tentang ide ini.

Dahulu kala, mungkin terdapat keyakinan bahwa laki-laki harus menjadi tulang punggung keluarga. Ini bisa jadi karena pada masa itu, pekerjaan umumnya terpusat pada sektor luar rumah, seperti pertanian atau pekerjaan berat. Nah, zaman terus berubah, tetapi pemikiran ini terkadang masih melekat.

Sekarang, bagaimana jika kita pikirkan bersama? Apakah laki-laki harus selalu bekerja di luar rumah? Apakah tidak ada pilihan lain? Pekerjaan di rumah pun bisa memberikan kontribusi besar, bukan?

Intinya, kita sedang mencoba membuka pikiran, karena mungkin saat ini banyak laki-laki yang ingin mengejar karier atau pekerjaan di bidang yang mereka minati. Jadi, mari kita lihat apakah pemikiran ini masih sesuai dengan dunia yang terus berubah ini.

2. Apakah Konsep ini Sesuai dengan Perkembangan Zaman yang Semakin Dinamis?

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun