Mohon tunggu...
_setwet14_
_setwet14_ Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

SEMOGA BERMANFAAT

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Masa Depan yang Fana

7 Juni 2024   14:00 Diperbarui: 7 Juni 2024   14:05 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di persimpangan masa muda, aku berdiri,
Di antara mimpi-mimpi yang belum teraih,
Dan kegagalan yang kerap menghampiri,
Menoreh jejak di kanvas harapan.

Kegagalan datang, menyapa tanpa permisi,
Menggugurkan bunga-bunga cita yang baru mekar,
Namun, di balik setiap luka dan tangis ini,
Ada kekuatan yang tak terduga hadir.

Masa muda adalah panggung pencarian,
Menapak jalan berliku tanpa kepastian,
Dalam jatuh bangun yang terus berulang,
Menyulam kebijaksanaan dari setiap kesalahan.

Bukan mudah, namun di sini aku belajar,
Kegagalan bukanlah akhir, tapi permulaan baru,
Dengan semangat yang terus berkobar,
Aku bangkit, mengejar mimpiku.

Di bawah langit senja yang mulai meredup,
Aku menatap masa depan dengan tekad,
Masa muda adalah waktu yang berharga,
Untuk merajut mimpi, menantang batas.

Kegagalan hanyalah bayangan yang lewat,
Menyisakan jejak untuk dilalui kembali,
Aku terus melangkah, meski perlahan,
Menyambut fajar dengan harapan tak bertepi.

Di persimpangan masa muda, aku berdiri,
Mengukir cerita dari jatuh dan bangkit,
Membiarkan hati tetap berani,
Menapaki jejak mimpi dengan penuh semangat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun